Mengapa Banyak Terjadi Kemunculan Ular Kobra di Jawa Barat? Ternyata Ini Sebabnya

Nah bagi Anda yang menemukan induk ular kobra, ucapnya, sebaiknya jangan langsung menyerang binatang melata itu.

Editor: Ravianto
istimewa
Ular kobra yang tertangkap di Tasikmalaya. 

"Jadi enggak ada ular takut garam dan garam tidak memberi pengaruh apa pun ketika ada ular. Yang ditakuti ular ada manusia karena secara insting dan naluri ular tahu manusia itu predator atau ancaman," kata Panji Petualang menjelaskan.

Menurutnya, cara yang benar untuk mengatasi teror ular itu tak boleh sembarangan.

"Kalo menemukan, harus menggunakan safety tool jadi kita jangan pakai tangan langsung. Pakailah alat diangkat biar aman," katanya.

Dalam keadaan darurat, alat itu bisa macam-macam, bisa menggunakan safety tool khusus seperti tongkat.

 Teror Ular Kobra di Jember Bikin Warga Geger, Ada Puluhan Ekor, Panji Petualang Jelaskan Penyebabnya

Jika yang ditemukan adalah bayi ular, alat yang aman digunakan saat darurat bisa menggunakan sandal atau kayu.

"Cara kita nangkapnya juga harus pakai alat apa pun itu, mau pakai kayu atau sendal juga bisa kalo untuk baby ular," ujar Panji Petualang.

Kemudian, terlihat momen saat Panji Petualang mempraktikkan ketika menangkap bayi ular kobra menggunakan sandal.

Ia menyebut, cara yang benar itu yakni menggencet bagian kepala ular menggunakan sandal.

Ilustrasi teror ular kobra.
Ilustrasi teror ular kobra. (Kolase (Istimewa via dokumentasi Damkar Kota Bekasi dan TribunSolo))

Setelah digencet, lalu jepit menggunakan jari tangan agar kepala ular tersebut tak bergerak.

Setelah itu, terlihat Panji Petualang melepaskan sandal yang ada di tangan kanannya, lalu menggunakan tangan kanannya itu untuk memegang kepala bayi ular kobra yang ditekan.

Saat dipegang kepalanya terlihat bayi ular kobra itu tak berkutik.

Menurut Panji Petualang, bahaya dari ular kobra itu serangannya sehingga yang aman untuk menanganinya, yakni memegang bagian kepalanya.

"Bahaya ular ini serangan, yang aman itu pegang ular itu kepalanya, bagian bahaya dari ular kepalanya," ujar Panji Petualang.

Ia juga menjelaskan, mulut ular kobra itu berbahaya karena memiliki bisa. Terlebih ular kobra bisa menyemburkan bisa.

"Bagian bahaya ada di mulutnya. ada bisa di dalam mulutnya, bisa bahaya ketika ular menggigit, cuma kobra bisa nyembur," kata Panji Petualang.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved