Penyelundupan Tembakau Gorilla dan Sabu-Sabu Via Pos dari Hongkong, Bisa Bikin Mabok 11.370 Orang

Petugas Bea Cukai Bandung, DJBC Jawa Barat, BNNP Jawa Barat, Polrestabes Bandung, Polres Karawang

Tribunjabar/Daniel Andreand Damanik
Konferensi pers terkait penggagalan upaya penyelundupan narkotika golongan I di Kantor Bea Cukai Bandung, Jl Rumah Sakit, Bandung, Senin (16/12/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Petugas Bea Cukai Bandung, DJBC Jawa Barat, BNNP Jawa Barat, Polrestabes Bandung, Polres Karawang dan Kantor Pos MPC Bandung 40400, menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu dan tembakau gorilla.

"Pengungkapan ini dilakukan bulan November dan empat kali dilakukan penggagalan upaya penyelundupan. Ada jenis baru yaitu 5F-MDMB-PICA dan MDMB-4en-PINACA. Ini jenis psikoaktif jenis baru yang digunakan untuk campuran pembuatan tembakau gorilla," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat, Saefullah Nasution di Bandung, Senin (16/12/2019).

Secara kronologi, Saefullah Nasution menjelaskan pengungkapan dilakukan pada 1 dan 2 November 2019. Hasilnya, ditemukan 507 gram bahan tembakau gorilla dan paket kedua didapatkan 498 gram.

Barang tersebut merupakan narkotika golongan I. Narkotika jenis tembakau gorilla tersebut yang memiliki masa total satu kilogram, diserahkan ke BNNP Provinsi Jawa Barat untuk pengembangan lebih lanjut.

Tol Japek II Beroperasi, Bandung akan Dibanjiri Wisatawan Jakarta Akhir Tahun Ini

Penindakan kedua pada 14 November 2019, yang menemukan 53 gram narkotika golongan I jenis tembakau gorilla. Barang tersebut dikirim dari Hongkong yang ditujukan kepada M yang beralamat di Kabupaten Sumedang.

Penemuan ketiga terjadi pada 26 November 2019, paket dikirim dari Hongkong yang ditujukan kepada WJ di wilayah Bandung Barat. Temuan tersebut diendus pertama kali menggunakan Anjing pelacak.

Dari temuan tersebut ditemukan dua paket tembakau gorilla yang masing-masing seberat enam gram dan 53 gram. Temuan ini meruapakn bahan pembuatan tembakau gorilla.

"Dari sini dapat tersangka berinisial IS dan diserahkan ke Polrestabes Bandung. Penindakan terakhir ialah penemuan narkotila jenis sabu-sabu seberat 509 gram. Dari temuan ini, didapat dua orang tersangka berinisial IM dan UH yang merupakan pasangan suami istri," katanya.

Sabu-sabu tersebut ada yang dikemas ke dalam mainan anak (puzzle" yang bagian tengahnya diberikan wadah persegi dan narkotika tersebut direkatkan di puzzle tersebut.

Petang Ini, Ada Drawing 16 Besar Liga Champions, Siapa Lawan Liverpool?

Tindakan tersangka telah melanggar pasal 102 huruf e UU no 17 tahun 2006 tentang perubahan UU nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeanan dengan ancaman hukuman berupa pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 10 tahun serta denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp.5 miliar.

Selain itu, juga melanggar pasal 113 ayat 2 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman berupa pidana mati, pidana seumur hidup,,atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling banyak Rp 10 miliar.

Dampak pengungkapan tersebut, sebanyak 11.370 jiwa diselamatkan dari kejahatan narkoba.

Penggagalan penyelundupan narkotika tersebut merupakan tindakan keempat pada tahun 2019 yang dilakukan Bea Cukai Bandung.

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved