Libur Sebentar Lagi, Waspadai Titik-titik Rawan Macet di Jalan Tol Trans Jawa

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, saat libur Nataru sebagian besar kendaraan akan bergerak dari arah Jakarta ke Jawa Tenga

tribunjabar/haryanto
antrean kendaraan di depan Gerbang Tol Kalihurip Utama Ruas Tol Cipularang KM 67, Karawang, pada Kamis (23/5/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan prediksi titik-titik rawan kemacetan selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, saat libur Nataru sebagian besar kendaraan akan bergerak dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi kemacetan di area gerbang tol Cikampek Utama.

"Berikutnya pintu tol arah Bandung di gerbang Kalihurip utama. Kita juga tempatkan petugas di tol elevated Jakarta-Cikampek, karena masih ada yang ragu-ragu mau ambil jalur mana," kata Budi Setiyadi saat konferensi pers di kantornya, Senin (16/12/2019).

Dia melanjutkan, sejumlah lokasi rawan kemacetan dipicu oleh faktor jalan yang sempit, bottle neck atau penyempitan jalur hingga fenomena pasar tumpah.

"Cirebon-Semarang potensi kemacetan di tol kecil, tapi di jalan nasional yang keluar arah Purwokerto. Saya imbau yangg keluar tol ke kabupaten Purbalingga, Kebumen jangan keluar di pejagan. Di situ jalannya sempit tak ada jalan alternatif juga. Bisa keluar di Pemalang," jelas Budi.

Titik rawan macet lainnya adalah jalur Bandung-Nagreg hingga jalur Puncak.

"Polres Bogor sudah sampaikan tanggal 31 Desember 2019 dan 1 Januari 2020 kendaraan dari Jakarta tak bisa lagi ke atas. Nanti teknisnya seperti apa kita lihat. Sehingga nanti masyarakat terinfokan dari jauh hari," kata Budi.

5.412 Bus Tak Lulus Ramp Check

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan uji kelaikan atau ramp check terhadap 13.883 bus menjelang masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini.

Dari total bus yang diperiksa, sebanyak 5.412 bus dinyatakan belum laik jalan.

"Rampcheck jumlah kendaraan yang sudah 13.883 atau 92 persen dari target 15.000. Rampcheck kali ini terfokus ke kendaraan pariwisata, kalau yang reguler tiap hari sudah di-rampcheck," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di kantornya, Senin (16/12/2019).

"Yang tak lulus 5.412 nanti ada perbaikan sehingga akan dirampcheck lagi. Sekarang yang lolos 8.471," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Sarana Transportasi Jalan Kemenhub Sigit Irfansyah menjelaskan, ribuan bus yang tak laik jalan itu dikarenakan belum uji kendaraan bermotor atau uji KIR, terkendala masalah administrasi dan masalah penunjang.

"Misal KIR mati, lampu tidak berfungsi baik. Kedua masalah administrasi di-rampcheck belum perpanjang izin atau tak terdaftar. Lalu masalah penunjang seperti aksesoris, tak ada kotak obat dan lainnya" jelas dia.

Adapun masa angkutan Nataru tahun ini berlangsung selama 18 hari mulai 19 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020 mendatang. Secara total sebanyak 50.317 unit bus disiapkan untuk Nataru.

"Kami juga akan memantau 48 terminal di 15 provinsi, yang fokus di daerah-daerah yang banyak masyarakat rayakan Nataru, seperti Medan, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Jakarta, Jawa Barang, Jawa Tengah dan Jawa Timur," kata Dirjen Budi.

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved