Dampingi Luhut di Abu Dhabi, Ridwan Kamil Tawarkan Segitiga Rebana dan Tol Bandung-Banjar

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut B Panjaitan

Dampingi Luhut di Abu Dhabi, Ridwan Kamil Tawarkan Segitiga Rebana dan Tol Bandung-Banjar
istimewa
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut B Panjaitan, pada pertemuan awal di Abu Dhabi bersama CEO Masdar, Mr. Mohamed Jameel Al Ramahi, Minggu (15/12/19) waktu setempat 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut B Panjaitan, melaksanakan pertemuan dengan Menteri Energi Uni Emirate Arab (UAE) dan Menteri BUMN UAE untuk membahas realisasi investasi UAE pada proyek strategis Indonesia di Abu Dhabi, Senin (16/12/2019).

“Saya diminta nemenin Pak Luhut, karena Pak Luhut punya bidikan ratusan triliun investasi Abu Dhabi mau ke Indonesia. Nanti tiap-tiap orang presentasi mau ngambil apanya. Saya diminta jualan Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati),” katanya beberapa waktu lalu di Bandung.

Selain Rebana, pihaknya memastikan akan mencari investor untuk Tol Bandung-Tasikmalaya-Banjar yang nilainya diperkirakan Rp 50 triliun. Menurutnya proyek infrastruktur ini akan dijajakan pada para investor di sana.

“Selain kawasan Rebana saya juga akan membawa tol ini ke Abu Dhabi,” kata Ridwan Kamil.

Kisah Dua Perempuan yang Jadi Kades di Blitar, Ternyata Keduanya Istri Wakil Bupati

Ia menjelaskan Tol Bandung-Banjar ini hanya salah satu dari total proyek Rp 113 triliun, yang akan dikembangkan Pemprov Jawa Barat. Nilai tersebut sangat besar sehingga mau tak mau harus dibiayai juga oleh investor.

"Nah, kita akan membawa Tol Bandung-Banjar senilai Rp 50 triliun, kemudian pusat industri baru di Rebana, itu kemudian waste to energy tiga proyek dan satu proyeknya pusat konvensi dan eksibisi Jawa Barat. Baru menawarkan dana Timur Tengah mau diinvestasikan. Jawa Barat lagi jadi primadona, tapi tetap harus proaktif," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Pihaknya sendiri sudah pernah melakukan lawatan ke UEA pada Maret 2019 lalu guna bertemu investor. Dia mengaku meski ada peluang, pengusaha di sana meminta jaminan bahwa perizinan di wilayahnya bisa cepat.

“Abu Dhabi Investment, dia sudah ke mana-mana punya uang Rp 200 triliun, kenapa enggak ke Indonesia. Mereka bilang yakinkan kami bahwa izin cepat,” ujarnya.

Menurutnya, minat dari UEA berinvestasi di Jawa Barat begitu tinggi dan antusias. Emil menggambarkan pertemuannya dengan Lulu Group dan Faqih Group yang merupakan pengusaha besar negara tersebut.

Persib Bandung vs Badak Lampung FC, Laga Emosional Eks Persib

“Lulu akan jadi partner UKM di Jabar, Group Faqih sudah eksis dan komit akan membeli barang dari Jabar,” tuturnya.

Kehadiran investor UEA diharapkan bakal memberikan banyak dampak bagi keberlangsungan industri di Jabar. Masa depan Jawa Barat sendiri diramalkan akan hadir di kawasan Rebana, jantungnya ada di Majalengka.

Ia bilang tidak ada kawasan strategis di Indonesia seperti Rebana. Yakni kawasan yang berdekatan dengan pelabuhan Patimban dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Dia pun menyebut kawasan Rebana sebagai kota futuristik.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved