Kaleidoskop Persib Bandung
Periode Terburuk dan Terbaik Persib Bandung di Liga 1 2019, Sama-sama di 7 Laga Beruntun
Hingga pekan 32 Liga 1 2019, torehan Persib Bandung hampir merata dari segi menang, imbang, dan kalah.
Penulis: Tarsisius Sutomonaio | Editor: Tarsisius Sutomonaio
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Statistik Persib Bandung di Liga 1 2019 mengalami pasang surut.
Harapan bobotoh terhadap Persib Bandung pun timbul tenggelam.
Hingga pekan 32 Liga 1 2019, torehan Persib Bandung hampir merata dari segi menang, imbang, dan kalah.
Setelah lawan Borneo FC, Maung Bandung mencatat 11 kemenangan, 12 hasil imbang, dan 11 kekalahan.
Sejauh ini, Pangeran Biru menempati posisi 7 berkat modal poin 45.
Dengan dua laga tersisa, Persib Bandung masih punya peluang mencapai target finis di lima besar.
Perjalanan skuat Mario Gomez di Liga 1 2019 dimulai dengan kemenangan 3-0 atas Persipura Jayapura.
• LIGA 1 PERSIB Bandung VS PERSERU Badak Lampung, Hasil Laga Tandang Lebih Baik di Era Mario Gomez
• Hasil Laga Tandang Persib Bandung di Liga 1 2019, Lebih Baik di Era Mario Gomez
Sayangnya, kemenangan itu adalah satu-satunya hasil tiga poin dari 7 laga awal.
Di 6 partai berikutnya, Supardi cs hanya mencatat 2 kemenangan dan 4 hasil imbang.
Di dua laga berikutnya, Persib Bandung bisa memetik kemenangan 2-0 atas Kalteng Putra dan 1-0 di markas PSIS Semarang.
Lagi-lagi, hasil positif itu hanya sementara.
Selanjutnya, Maung Bandung justru mengalami periode terburuk di Liga 1 2019.
Itu terjadi di 7 partai terakhir hingga akhir paruh musim Liga 1 2019.
Dari 7 laga itu, Persib Bandung tak sekalipun mampu menang.
Sebaliknya, 7 laga itu kekalahan itu diwarnai empat kekalahan.
Bahkan, periode terburuk itu diawali tiga kekalahan beruntun dari Bali United, Arema FC, dan Barito.
Tiga hasil minor beruntun yang diwarnai kekalahan telak 5-1 dari Arema FC membuat bobotoh kecewa.
26/07/19 LI1 Persib 0-2 Bali United
30/07/19 LI1 Arema 5-1 Persib
04/08/19 LI1 Barito Putera 1-0 Persib
08/08/19 LI1 Persela 2-2 Persib
14/08/19 LI1 Persib 2-2 Borneo
18/08/19 LI1 PSM 3-1 Persib
25/08/19 LI1 Badak Lampung 1-1 Persib
• Persib Bandung Disebut Tak Konsisten, Asisten Pelatih Tak Setuju, hanya Perlu Evaluasi
• Lebih dari Sekadar 3 Poin, Kemenangan Persib Bandung Lawan Borneo FC Berarti Patahkan Kutukan Ini
Bobotoh Unjuk Rasa
Buntutnya, bobotoh berunjuk rasa di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, pada Sabtu (10/8/2019).
Sebelum menuju Graha Persib, bobotoh sempat berkumpul di Saparua lalu long march ke Graha Persib.
Mereka menyanyikan yel-yel dan membawa spanduk bertuliskan kritik untuk manajemen PT PBB.
Saat berunjuk rasa, bobotoh meminta Direktur PT Persib Bandung Bandung (PBB) Tedy Tjahyono datang menemui mereka.
Bobotoh ingin meminta pertanggungjawaban Tedy Tjahyono, atas kondisi Persib Bandung yang terpuruk di Liga 1 2019.
Bobotoh berangggapan bahwa buruknya prestasi Persib lantaran campur tangan manajemen dalam pembelian pemain di bursa transfer Liga 1 2019. Bobotoh pun meminta agar Tedy Tjahyono hadir dan memberikan penjelasan.
Permintaan bobotoh itu tidak terealisasi. Sebab, Tedy Tjahyono sedang berada di Jakarta. Bobotoh pun hanya disambut oleh perwakilan manajemen PT PBB, Budi Bram.
Budi yang menjadi Koordinator Panitia Pertandingan (Panpel) Persib tersebut menyatakan akan menyampaikan aspirasi bobotoh kepada manajemen.
• Menghitung Kesempatan Persib Bandung Tampil di Kompetisi Asia, Tantangan Berat dan Peluang Kecil
• Skuat Persib Bandung Diliburkan Sehari, Hari Sabtu Kembali Berlatih di Jalak Harupat
Selanjutnya, Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, mengaku beberapa pemain panik lalu menghubunginya setelah unjuk rasa bobotoh tersebut. Para pemain tersebut, ucapnya, merasa panik.
Ia pun berusaha menenangkan para pemainnya.
"Saya saya minta jangan merasa seperti itu, jangan sampai anak-anak frustrasi, saya selalu beri pengarahan dan semangat sama mereka," ucapnya.
Menjelang akhir putaran pertama, skuat berjuluk Maung Bandung ini masih terseok-seok di peringkat bawah klasemen sementara Liga 1 2019.
Saat itu, Maung Bandung berada di peringkat belasan.
Umuh Muchtar pun menyerahkan sepenuhnya perombakan tim kepada pelatih Robert Alberts.
"Tunggu hasil evaluasi manajemen dan pelatih ( Robert Alberts), karena pelatih masih aman, karena dia masuk setelah ada perekrutan, sudah ada pemain tidak bisa disalahkan," katanya.
Putaran Kedua, Respons Robert Alberts
Pada awal putaran kedua Liga 1 2019, Robert Alberts merespons kekecewaan bobotoh itu perombakan tim.
Ia merombak komposisi pemain asing. Hanya Ezechiel N Douassel yang dipertahanan.
Robert Alberts melepas Rene Mihelic, Bojan Malisic, dan Artur Gevorkyan.
Bojan Malisic merupakan pemain yang direkrut Mario Gomez di awal Liga 1 2019.
Rene Mihelic dan Artur Gevorkyan adalah rekrutan di awal musim atas rekomendasi Miljan Radovic.
Sebagai pengganti mereka, Robert Alberts memboyong dua pemain asal Belanda Kevin van Kippersluis plus Nick Kuipers.
Selain itu, Robert Alberts juga merekrut gelandang asal Filipina berdarah Swedia Omid Nazari.
Perubahan komposisi pemain membawa perubahan cukup signifikan ke skuat Persib Bandung.
Dalam beberapa pekan, Maung Bandung berhasil masuk ke papan tengah.
Periode terbaik Persib Bandung setelah perekrutan pemain itu adalah 7 laga tanpa kekalahan.
Periode itu diawali 'balas dendam' pada Persebaya Surabaya.
Selanjutnya, Persib Bandung memetik 4 kemenangan dan 2 hasil seri.
Tak sampai di sana, periode ini makin manis karena diwarnai kemenangan atas rival-rival abadi, yakni Persija Jakarta dan Arema FC.
18/10/19 LI1 Persib 4-1 Persebaya Surabaya
23/10/19 LI1 Bhayangkara 0-0 Persib 28/10/19 LI1 Persib 2-0 Persija
01/11/19 LI1 Kalteng Putra 0-2 Persib
06/11/19 LI1 Persib 2-1 PSIS Semarang
12/11/19 LI1 Persib 3-0 Arema
24/11/19 LI1 Persib 0-0 Barito Putera
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/jalak-robert.jpg)