Sabtu, 11 April 2026

Alami Kelainan Kulit Hingga Melepuh Terkena Sinar Matahari, Nadia Kerap Dibully dan Minta Dibunuh

Sepasang kakak beradik, Nadia Lovika (18) dan Vika Launa (11), mengalami kelainan kulit.Kulitnya tak mampu menahan teriknya sinar matahari. Apabila te

Editor: Theofilus Richard
ISTIMEWA
Nadia Lovika (18) dan Vika Launa (11) dua saudara yang mengalami penyakit kulit langkah, Selasa (10/12/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, PALEMBANG - Sepasang kakak beradik, Nadia Lovika (18) dan Vika Launa (11), mengalami kelainan kulit.

Kulitnya tak mampu menahan teriknya sinar matahari. Apabila terkena sinar matahari, kulitnya akan melepuh.

Sang kakak, Nadia, mengalami penyakit ini sejak lahir pada 19 Juli 2001.

Di sudut ruang kecil berukuran sekitar 2x3 meter, Nadia terlihat hanya duduk sembari membungkukkan badan di samping ranjang.

Kulit di tubuhnya terlihat mengelupas, sebagian lagi lukanya sudah mengering bewarna kehitaman dan menjadi koreng.

Rambut di kepalanya pun terlihat rontok, hanya beberapa helai yang masih menempel di bagian belakang kepala.

Meskipun bertubuh kecil, siapa sangka anak itu adalah seorang remaja putri yang kini telah berusia 18 tahun bernama Nadia Lovika

Nadia sempat menempuh jenjang pendidikan sampai kelas VI Sekolah Dasar (SD) di tempatnya tinggal yang berada di Dusun I Desa Merbau, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. 

Gadis 18 Tahun Berdiam Diri di Rumah, Kulitnya Melepuh Bila Terkena Matahari, Idap Penyakit Langka

Namun, akibat penyakit yang dideritanya itu, ia harus putus sekolah karena tak tahan terkena panas sinar matahari.

Selama empat tahun sekolah, Nadia ternyata menjalani kehidupan pahit.

Teman-temannya di kelas sering membully Nadia karena kulitnya yang banyak ditumbuhi koreng serta mengelupas.

Bully-an itu tak menyurutkan niat Nadia untuk tetap belajar di sekolah. Sampai akhirnya ia tak mampu lagi melanjutkan sekolah karena kondisi kulit tubuhnya yang kian hari terus melepuh.

"Saya masih ingin sekolah seperti teman-teman lain," kata Nadia, saat ditemui Kompas.com di sebuah indekos di Jalan Madang Dalam II, Kecamatan Kemuning Palembang, Kamis (12/12/2019).

Yunani (37), ibu dari Nadia mengatakan, penyakit yang bernama trisomi 9 parsial atau kromosom 9 itu bermula saat mereka melihat tanda merah di kaki Nadia ketika lahir.

Nadia pun sempat dibedong menggunakan kain menutupi tanda merah itu.

Kaleidoskop 2019, Deretan Artis yang Kontoversi, Bikin Heboh hingga Dapat Hujatan, Sensasional

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved