Nasib Bandara Kertajati BIJB dan Husein Sastranegara, Dishub Klaim Sama-sama Ramai

Pemprov Jabar BIJB Kertajati di Majalengka dan Bandara Internasional Husein Sastranegara di Kota Bandung dapat sama-sama berkembang

Nasib Bandara Kertajati  BIJB dan Husein Sastranegara, Dishub Klaim Sama-sama Ramai
Kolase Tribun Jabar
Suasana Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung dan BandaraInternasional Jawa Barat ( BIJB) Kertajati, Majalengka. 

Beberapa waktu lalu Pemerintah Kota Bandung meminta agar bisa menghidupkan kembali Bandara Husein Sastranegara yang disebut mati suri.

Hilangnya penerbangan jalur luar pulau Jawa yang dipindah ke Bandara Kertajati disebut jadi penyebabnya.

Suasana parkiran di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Senin (8/7/2019).
Suasana parkiran di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Senin (8/7/2019). (Tribun Jabar/Cipta Permana)

Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Eddy Nasution, memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat tidak ada itikad untuk membuat Bandara Husein Sastranegara jadi sepi.

Pemindahan sejumlah penerbangan justru bisa membuat rute-rute penerbangan lain masuk ke Bandara Husein.

"Jadi kita mesti lihat ini lima tahun atau berapa tahun ke depan. Apakah Husein ini masih cukup menampung penambahan rute dan penumpang. Kenyamanan ini kan kurang. Untuk parkir saja sekarang sudah susah," ujar Eddy.

Eddy mengatakan, pemindahan beberapa rute penerbangan ke Bandara Kertajati hanya masalah pembagian rute.

Selama ini Bandara Husein pun masih mendapat banyak penumpang dan wisatawan khususnya Singapura dan Malaysia.

Beberapa rute di Pulau Jawa pun masih dan harapannya rute penerbangan di dalam Jawa bisa bertambah, seperti yang sudah dilakukan untuk penerbangan Bandung-Banyuwangi.

Jemaah umrah berangkat dari BIJB Kertajati, Sabtu (22/12/2018).
Jemaah umrah berangkat dari BIJB Kertajati, Sabtu (22/12/2018). (istimewa)

Keberadaan Bandara Kertajati, kata Eddy, justru baik bagi pertumbuhan perekonomian. Ini menandakan penggunakan pesawat terbang yang datang dan pergi dari suatu provinsi lebih banyak.

Pemerintah daerah nantinya tinggal berkoordinasi untuk memaksimalkan setiap bandara yang ada.

Misalnya, Bandara Husein khusus penerbangan domestik Pulau Jawa dan beberapa penerbangan internasional. Kemudian Bandara Kertajati bisa dipakai untuk penerbangan umrah dan haji serta luar pulau. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved