Kepsek di Tasik Tewas Dalam Mobil
Polisi Berusaha Menguak Sosok Perempuan Misterius di TKP Tewasnya Kepsek di Tasik, Periksa HP Korban
Polisi terus berusaha menguak sosok perempuan misterius di TKP tewasnya kepala sekolah di Tasikmalaya. Periksa dua HP milik korban.
Penulis: Firman Suryaman | Editor: taufik ismail
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Jajaran Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota terus melacak sosok perempuan misterius yang bersama Iin Sobirin (57), Kepala SD Cipondok, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya.
Iin kemudian ditemukan tewas dalam mobil dengan kondisi setengah telanjang, Rabu (4/12/2019) sore.
Pelacakan kali ini dilakukan melalui dua unit ponsel milik korban yang ditemukan di dalam mobil.
Satu unit HP biasa sudah ditemukan adanya nomor tak dikenal yang hari itu berkomunikasi dengan korban.
Sedangkan HP lain berjenis android masih diupayakan dibuka kuncinya.
"Penyelidikan terus dilakukan, baik memintai keterangan warga maupun bukti-bukti barang yang ditemukan di dalam mobil," kata Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dadang Soediantoro, Sabtu (7/12/2019) sore.

Jasad Iin ditemukan di dalam mobil Toyota Avanza D 1469 ACU di betulan Tagog, Desa Pamoyanan, Kecamatan Kadipaten, tepi jalan negara Tasikmalaya-Bandung.
Saat itu posisi tubuh korban duduk telungkup di bawah jok kiri belakang menghadap ke belakang.
Warga yang menemukan terkejut karena korban tak mengenakan celana.
Sebuah sarung melilit di pinggangnya.
Sementara celana panjang dan celana dalam ada di jok depan.
Polisi yang melakukan identifikasi menemukan tisu bernoda lispstik serta diduga ada cairan sperma di alat kelamin korban.
Pihak Satreskrim akan menggunakan metode digital forensik untuk mengungkap siapa saja sosok yang berkomunikasi melalui kedua HP itu.
Diharapkan dari kedua HP itu muncul nama yang berkaitan dengan kasus tersebut.
"Sosok yang kami cari ini diharapkan bisa menguak kronologis kematian korban. Walau hasil autopsi diduga keracunan AC karena mesin mobil dalam keadaan hidup. Tapi penyebab pastinya ada di saksi kunci itu," ujar Dadang Soediantoro.
