Manfaatkan Jabatan untuk Tarik Fee Suplayer, 3 Fasilitator Bantuan Gempa Lombok Kena OTT

Seorang fasilitator bantuan gempa di Lombok, Lalu Nu’mansyah, Lalu Samsul Anwar dan Doni Bayangkari, diduga memanfaatkan jabatan untuk mendapat keuntu

Manfaatkan Jabatan untuk Tarik Fee Suplayer, 3 Fasilitator Bantuan Gempa Lombok Kena OTT
shutterstock
Seorang laki-laki ditangkap polisi dengan cara diborgol. 

TRIBUNJABAR.ID, LOMBOK TENGAH - Seorang fasilitator bantuan gempa di Lombok, Lalu Nu’mansyah, Lalu Samsul Anwar dan Doni Bayangkari, diduga memanfaatkan jabatan untuk mendapat keuntungan dari pemasok.

Ketiganya yang merupakan fasilitator pengerjaan rumah tahan gempa (RTG) meminta fee untuk penandatanganan rencana penggunaan dana (RPD).

Polres Lombok Tengah kemudian menangkap ketiganya dalam operasi tangkap tangan atau OTT di Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (4/12/2019).

Musim Pertama di Real Madrid Cedera Patah Tulang, Eden Hazard akan Absen Lama Lewatkan El Clasico

Diketahui, ketiga tersangka ini menjadi fasilitator di Desa Teratak, Kecamatan Batukeliang Utara, Lombok Tengah.

Kasatreskrim AKP Rafles P Girsang dalam keterangan tertulisnya menyebutkan pelaku meminta fee sebanyak 2 persen.

"Saudara Lalu Nu'mansyah beserta empat orang lainnya melakukan pertemuan dengan 3 suplayer yaitu CV FAS, CV CAL, dan CV BL, yang mana dilakukan di rumah saudara Lalau Wiwin Pemilik CV CAL, dan meminta fee 2 persen setiap penerima manfaat per KK, namun pihak CV tidak mau," kata Rafles, saat dikonfirmasi, Kamis (5/12/2019).

Disebutkan, tersangka memanfaatkan jabatan dan wewenangnya, jika tidak mau memberi fee, maka pihak fasilitator tidak akan menandatangani rencana penggunaan dana (RPD).

Jumlah Penyalahgunaan Narkoba Naik 0,03 Persen, Paling Banyak Pengguna Ganja

"Dalam proses pencairan dana mengharuskan ada tanda tangan dari fasilitator seperti tanda tangan progres pekerjaan, RAB, RPD (rencana penggunaan dana) dan jika salah satu tidak ada tanda tangan, maka dana tersebut tidak dapat dicairkan, di sanalah dijadikan kesempatan oleh fasilitator untuk meminta uang, dan jika tidak diberikan, maka tidak akan tanda tangan," ungkap Rafles.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti yaitu uang sebesar Rp 5.200.000, satu bendel berkas untuk syarat pencairan dana, tas kulit warna hitam dan buku tabungan BRI simpedes.

Dari kejadian ini, pelaku disangkakan dengan Pasal 12 huruf e sub Pasal 12 huruf a lebih sub Pasal 11 jo Pasal 55 KUHP Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Kompas.com/Idham Khalid)

Tak Bisa Bayar Jasa Layanan Seks, Pria di Bali Tusuk Teman Kencan Pakai Gunting di Kamar Hotel

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved