Teror Ular Kobra di Jember Bikin Warga Geger, Ada Puluhan Ekor, Panji Petualang Jelaskan Penyebabnya
Panji Petualang angkat bicara soal teror ular kobra yang menggegerkan warga Perumahan Tegalbesar Permai 1 Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Hilda Rubiah
Salah satu penyebab populasi manusia jadi banyak adalah karena tak ada predator yang memburu manusia.
Semakin lama, manusia membutuhkan tempat untuk tinggal.
• Ganasnya Ular King Kobra Sulawesi, Menyerang Panji Petualang Secara Brutal, Ini Video Detik-detiknya
• Rumah Panji Petualang Kedatangan Tamu, Bukan Manusia, tapi Ular Kobra Hitam Liar, Tetangga Heboh
• Pemuda di Arjasari Tewas Dipatuk Ular Kobra Seusai Atraksi di Gedung Sabilulungan Pemkab Bandung
Manusia pun, lanjut Panji, membuka lahan untuk tinggal.
Tak hanya itu, manusia juga membuka lahan untuk kepentingan tertentu seperti jalan, industri, dan lain sebagainya.
Pembukaan lahan tersebut, menurut Panji, tentu menganggu ekosistem yang ada.
Rumah bagi para hewan akhirnya tergusur oleh pembukaan lahan manusia.

"Hewan tersebut pontang-panting ke sana ke mari mencari rumah baru untuk mereka. Ketika terciduk ditemukan manusia, manusia akan membunuhnya, manusia menganggap mereka adalah hewan berbahaya," ujar Panji Petualang.
Dia menjelaskan, kerusakan habitat itulah yang menjadi faktor utama mengapa ular masuk ke permukiman.
Lalu ada juga faktor lain.
Faktor lain ular masuk ke permukiman adalah karena kerap ditemukan tikus di sekitar rumah-rumah warga.
• Sering Digigit Ular Kobra, Pria Ini Justru Jadi Kebal Racun Ular, Nyaris Mati 5 Kali dan Diamputasi
• Ngerinya Saat Panji Petualang Diserang Ular Kobra Secara Brutal, Serangannya Sulit Ditebak
• Duel Mematikan, Raja Kobra Perlu Sekali Patukan untuk Membunuh Ular Piton Lalu Melumatnya
Tikus adalah makanan pokok dan makanan yang paling disukai oleh ular.
Beberapa kobra dan jenis ular lainnya menyukai tikus.
"(Akhirnya) mereka masuk ke permukiman untuk memburu tikus," kata Panji.