Kisah Tragis Casuni
Akhir Pilu Ibu Muda di Indramayu, Anak Diambil Paksa, Suami Pergi, Meninggal Dalam Kondisi Tragis
Cerita pilu ibu muda di Indramayu, anak diambil paksa dan suami pergi. Akhirnya meninggal dalam kondisi tragis.
Casuni juga tidak bisa berbaring. Sepanjang hari dia hanya terduduk jongkok memeganggi kedua lututnya.
Di rumah kecil itu, Casuni hanya dirawat oleh neneknya yang sudah sangat tua serta bibinya yang tunawicara.
Faktor ekonomi membuat Casuni tidak bisa mendapat perawatan kesehatan yang maksimal untuk menyembuhkan penyakit keras yang dideritanya.

"Gak bisa berbaring mas, itu kakinya juga sudah tidak bisa diluruskan lagi, sempat dirawat di rumah sakit bantuan dari Dinsos, tapi tidak lama, di sana tidak ada yang nungguin, neneknya sudah tua, bibinya, kan, tunawicara, jadi dirawatnya di rumah," ucap dia.
Sepanjang hari, Casuni juga hanya bisa menangis.
Ia menitikan air mata setiap kali teringat anaknya.
"Nangis terus mas, air matanya sampai habis matanya juga kaya mau copot gitu," ujar dia.
Selain teringat anak kandung yang hingga sekarang belum pernah dilihatnya, Casuni juga kerap menanyai keberadaan ayah kandungnya yang sudah sekitar 15 tahun tidak pulang.
Ayahnya itu diketahui bekerja di Batam sebagai nelayan.
Hingga mengembuskan napas terakhir, rupanya keinginan Casuni untuk bertemu anak dan ayahnya tetap tidak bisa terwujud.
Ironisnya, di hari meninggalnya Casuni, suaminya juga tidak hadir menyaksikan prosesi pemakaman.
"Masih sah suami istri padahal, tapi sudah lama juga tidak menafkahi, seribu pun tidak," ujarnya.
• Kisah Tragis Casuni, Ibu Muda Meninggal Kurus Kering, Sakit dan Tersiksa Ditinggal Orang Tercinta
• Hingga Meninggal, Casuni, Ibu Muda di Indramayu Tak Pernah Bertemu Anak Kandungnya