Tertipu Pembelian Rumah Bersubsidi di Padalarang, Pengendara Ojek Online Lapor ke Polisi

Iwan Saiman Gumiwang (43) seorang pengemudi ojek online yang tertipu pembelian rumah bersubsidi di Desa Jayamekar,

Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Iwan Saiman Gumiwang saat menunjukan brosur rumah bersubsidi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, PADALARANG - Iwan Saiman Gumiwang (43) seorang pengemudi ojek online yang tertipu pembelian rumah bersubsidi di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah melaporkan pihak perusahaan ke Polres Cimahi.

Iwan melaporkan kasus penipuan tersebut pada Jumat, 29 November 2019 karena sudah mengalami kerugian Rp 74.983.044, sedangkan pembangunan rumah hingga saat ini tak kunjung dilakukan.

Bahkan kantor pemasaran yang ada di daerah Cimareme, Kecamatan Ngamprah, KBB pun sudah kosong dan semua karyawannya sudah keluar.

"Dari tahun 2018 tidak ada kejelasan dan tidak pernah ada lagi komunikasi dengan pihak perusahaan, makannya saya membuat laporan ke polisi," ujarnya saat ditemui di kontrakannya di Jalan Cibaligo RT 2/29, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Senin (2/12/2019).

Pihaknya melaporkan pihak perusahaan bersama satu orang korban penipuan yang lainnya. Namun Iwan menduga masih ada ratusan korban lain yang tertipu pembelian rumah bersubdisi tersebut.

Perihnya Masa Lalu Akbar Ajudan Pribadi, Jadi Pemulung, Jualan Kacang, Kini Dekat Banyak Pejabat

"Mungkin ada ratusan korbannya, karena pas saya booking rumah itu juga beberapa unitnya sudah banyak yang booking, pasti mereka nasibnya sama dengan saya," kata dia.

Tetapi dari ratusan orang tersebut, kata Iwan kerugiannya berbeda-beda, bahkan berdasarkan informasi yang didapat dirinya ada korban yang mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

"Yang gabung dengan saya saja di perumahan Parahyangan Hill Recidence ada 8 orang, sisanya Parahyangan Bukit Residence, itu sama satu perusahaan," ucap Iwan.

Iwan berharap ada itikad baik dari perusahaan terkait kasus penipuan ini, dari pada pembangunan rumah tak kunjung dilakukan lebih baik uang cicilannya bisa kembali.

Supardi Buat Blunder dan Persib Kalah, Robert Alberts Tetap Percaya, Besok Supardi Tetap Kapten

Untuk membeli rumah tersebut, Iwan sudah membayar booking fee Rp 1 juta, uang muka Rp 6 juta, dan cicilan pertama Rp 11 juta, sedangkan untuk selanjutnya ia membayar cicilan Rp 3,3 juta per bulan untuk 24 kali cicilan.

"Saya sudah membayar cicilan selama 20 bulan dengan total cicilan yang sudah saya bayar sebesar Rp 74.983.044, kalau pembangunannya gak jelas saya minta uang saya kembali," kata Iwan.

Sedangkan untuk rumah tipe 36/72 standar tersebut, kata Iwan, dipatok dengan harga Rp 114 juta ditambah uang muka Rp 6 juta dan peningkatan mutu Rp 82 juta, sehingga totalnya Rp 202 juta.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved