Kecelakaan Maut di Tol Cipali

Tahun Ini Sudah Terjadi 22 Kali Kecelakaan di Tol Cipali, Semuanya Menyeberang ke Jalur Berlawanan

Padahal, di jalan tol lainnya, sebut saja Tol Cipularang atau Tol Jakarta‑Cikampek, pembatas jalan dibuat dari dinding beton.

eki yulianto/tribun jabar
Bus Safari yang kecelakaan di Tol Cipali KM 150+900, Senin (17/6/2019) dini hari. Kecelakaan itu menewaskan 12 orang. 

TRIBUNJABAR.ID - SEJAK diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada 2015, Jalan Tol Cipali memang tidak diberi pembatas jalan.

Batas jalur arah Cirebon dan Jakarta hanya berupa tanah.

Padahal, di jalan tol lainnya, sebut saja Tol Cipularang atau Tol Jakarta‑Cikampek, pembatas jalan dibuat dari dinding beton.

Ketiadaan pembatas inilah yang diduga kuat menjadi salah satu pemicu kecelakaan.

Mabes Polri mencatat, sepanjang 2019 saja sudah 22 kali peristiwa kendaraan melintas ke jalur berlawanan sehingga menyebabkan tabrakan.

"Dari 22 kejadian itu, 32 orang meninggal," ujar Brigjen Hariyanto, Direktur Gakkum Korlantas Mabes Polri, saat memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP) tabrakan antara Bus Sinar Jaya dengan Bus Arimbi Jaya Agung yang terjadi di kilometer 117, Kamis (14/11).

Agar peristiwa serupa tak terulang, Haryanto berharap, upaya pencegahan bisa segera dilakukan.

Salah satunya dengan membuat pembatas jalur A dan B.

"Apalagi sebentar lagi musim liburan Natal dan Tahun Baru, jadi pasti jalur ini akan penuh," ujarnya.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Hery Antasari, saat dihubungi melalui pesawat telepon, kemarin.

Halaman
1234
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved