Kecelakaan Maut di Tol Cipali
Tahun Ini Sudah Terjadi 22 Kali Kecelakaan di Tol Cipali, Semuanya Menyeberang ke Jalur Berlawanan
Padahal, di jalan tol lainnya, sebut saja Tol Cipularang atau Tol Jakarta‑Cikampek, pembatas jalan dibuat dari dinding beton.
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID - SEJAK diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada 2015, Jalan Tol Cipali memang tidak diberi pembatas jalan.
Batas jalur arah Cirebon dan Jakarta hanya berupa tanah.
Padahal, di jalan tol lainnya, sebut saja Tol Cipularang atau Tol Jakarta‑Cikampek, pembatas jalan dibuat dari dinding beton.
Ketiadaan pembatas inilah yang diduga kuat menjadi salah satu pemicu kecelakaan.
Mabes Polri mencatat, sepanjang 2019 saja sudah 22 kali peristiwa kendaraan melintas ke jalur berlawanan sehingga menyebabkan tabrakan.
"Dari 22 kejadian itu, 32 orang meninggal," ujar Brigjen Hariyanto, Direktur Gakkum Korlantas Mabes Polri, saat memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP) tabrakan antara Bus Sinar Jaya dengan Bus Arimbi Jaya Agung yang terjadi di kilometer 117, Kamis (14/11).
Agar peristiwa serupa tak terulang, Haryanto berharap, upaya pencegahan bisa segera dilakukan.
Salah satunya dengan membuat pembatas jalur A dan B.
"Apalagi sebentar lagi musim liburan Natal dan Tahun Baru, jadi pasti jalur ini akan penuh," ujarnya.
Hal senada dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Hery Antasari, saat dihubungi melalui pesawat telepon, kemarin.
"Pembatas jalan itu harus diinvestasikan untuk ini (mengurangi angka kecelakaan di Cipali)," kata Hery.
Hery mengatakan, pihaknya sudah berkali‑kali mengusulkan pemasangan pembatas jalur di Jalan Tol Cipali dalam berbagai kesempatan rapat ataupun nonformal kepada pengelola jalan tol.
"Tapi kami, kan, cuma mengimbau karena ini ranahnya BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol)," kata Hery.
Hery juga mengatakan, karakteristik Jalan Tol Cipali berbeda dengan jalan tol lainnya. Permukaan Tol Cipali bergelombang di beberapa titik dan jalurnya cenderung lurus.
hal itu berpotensi mengurangi konsentrasi para pengemudi yang kelelahan.