Kecelakaan Maut di Tol Cipali
Selama 2019, 32 Orang Tewas di Tol Cipali Gara-gara Kendaraan Menyeberang Pembatas Jalan
Pantauan Tribun, sejak Tol Cipali diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada 2015, Tol Cipali memang tak diberi pembatas jalan antar jalur.
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna
TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Kecelakaan maut di Tol Cipali dengan kendaraan menyeberang ke jalur berlawan kembali terjadi, Kamis (14/11/2019).
Bus Sinar Jaya dari arah Cirebon tiba-tiba nyelonong ke tengah jalan dan menabrak Bus Arimbi Jaya Agung di jalur arah Jakarta.
Peristiwa pada Kamis (14/11) di KM 117 itu menewaskan tujuh penumpang bus Arimbi Jaya Agung. Olah TKP digelar di lokasi kejadian dipimpin Direktur Gakkum Korlantas Mabes Polri, Brigjen Hariyanto.
"Evaluasi data kami sepanjang 2019 area Tol Cipali sudah 22 kejadian kendaran melintas atau menyebrang lewat median jalan. Dari 22 kejadian korbannya meninggal dunia 32 orang, belum lagi luka berat dan lainnya," ujar Hariyanto.
Pantauan Tribun, sejak Tol Cipali diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada 2015, Tol Cipali memang tak diberi pembatas jalan antar jalur.
Batas jalur arah Cirebon dan Jakarta beberapa diantaranya hanya tanah saja. Beda halnya dengan Tol Cipularang atau Jakarta-Cikampek yang diberi pembatas jalan berupa dinding beton.
• Pengakuan Sopir Bus Soal Awal Mula Kecelakaan Tol Cipali Sampai Tabrak Bus di Jalur Berlawanan
• Tidak Ada Bekas Rem Bus Sinar Jaya di Lokasi Kecelakaan Maut Tol Cipali
"Akan berharap pada stakeholder mungkin ada upaya untuk minimal mencegah supaya tidak terjadi lagi kecelakaan karena kendaraan menyeberang dari jalur A ke jalur B atau sebaliknya," kata Hariyanto.
Salah satunya kata dia, dengan membuat pembatas jalur dan B. Itu tidak bisa dieksekusi oleh Polri tetapi melibatkan banyak pihak seperti PT Lintas Marga Sedaya selaku operator Tol Cipali.
"Karena itu tidak menyangkut Korlantas Polri saja, mohon kiranya ada tindak lanjut bersama membuat solusi supaya tidak terulang lagi kejadian seperti ini. Apalagi, sebentar lagi musim liburan Natal dan Tahun Baru, jadi pasti jalur ini akan penuh," ujar dia.
Sopir bus Sinar Jaya, Sanudin (46) warga Kecamatan Lebak Siu Kabupaten Pekalongan selamat dalam peristiwa itu.
Ia dirawat di IGD RSUD Ciereng, Kabupaten Subang. Pantauan Tribun, perban tampak melingkar di kepalanya serta menempel di pipi kanan. Hasil rontgen sempat ia pegang.
• VIDEO, Isak Tangis Keluarga Korban Tewas Kecelakaan di Tol Cipali Jemput Jenazah di RSUD Subang
• Salah Satu Korban Luka Kecelakaan Maut di Tol Cipali Gegar Otak, Ini Kondisinya Menurut Keluarga
"Dari Jakarta saya jam 21.00 bawa 14 penumpang. Sepanjang jalan saya ambil jalur kiri. Sebelum kejadian, saya ambil kanan lalu ke jalur tengah karena kosong. Dari situ tiba-tiba bus ke tengah," ujar Sanudin.
Saat bus yang ia bawa tiba-tiba melaju ke tengah jalan, ia disadarkan teriakan penumpang. Sanudin mengaku sudah jadi sopir bus sejak 2015. Sebelum jadi sopir bus, ia sempat jadi sopir taksi dan truk.
"Penumpang di belakang teriak, pak awas nabrak sambil teriak. Dari situ saya sadar, saya banting ke kiri lalu pojokan bus nabrak bus Arimbi. Dari situ saya sempat tidak sadar," ujar Sanudin.
Ia kembali sadar setelah tabrakan tersebut. Ia mengaku kaca depan busnya pecah.
"Dari situ saya sadar, kepala saya berdarah. Saya berdiri dan ngecek penumpang, saya tanya ada korban gak, mereka jawab enggak ada korban. Saya lalu nunggu ambulans," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/detik-detik-kecelakaan-maut-tol-cipali.jpg)