Angin Kencang Sapu Desa Sindangangin dan Desa Sidarahayu di Ciamis, Puluhan Rumah Rusak
Sekitar setengah jam angin kencang berputar-putar menyapu dua desa yang berada di sisi Sungai Citanduy dan tak jauh dari Bendung Maganti tersebut.
Penulis: Andri M Dani | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Puluhan rumah di Desa Sindangangin, Kecamatan Lakbok, dan Desa Sidarahayu, Kecamatan Purwadadi, Ciamis rusak disapu angin kencang yang menyertai hujan deras Kamis (14/11/2019) sekitar pukul 12.30 siang.
Sekitar setengah jam angin kencang berputar-putar menyapu dua desa yang berada di sisi Sungai Citanduy dan tak jauh dari Bendung Maganti tersebut.
Rumah rusak diperkiraan mencapai 50 rumah, terparah di Dusun Pasungsari, Desa Sidarahayu, berikut di Dusun Sarimukti, Desa Sindangangin.
Di Dusun Sarimukti, 8 rumah rusak akibat diterjang angin.
Kedelapan rumah tersebut tersebar di sejumlah rumah di RW 08, di antaranya di RT 12 RW 03, RT 14 RW 14, dan RT 29-Rt 30.
Lima rumah diantaranya porak poranda diterjang pohon tumbang. Dua keluarga dilaporkan mengungsi, yaitu keluarga Slamet dan Tursinah.
“Dua keluarga mengungsi karena rumahnya rusak parah tertimpa pohon tumbang. Ibu Tursinah dan Pak Slamet sementara mengungsi ke rumah sanak saudaranya,” ujar Kades Sindangangin, Dasiah kepada Tribun ketika dihubungi via telepon Kamis (14/11/2019).
• Ada Suara Ngreyeg-ngreyeg Saat Angin Puting Beliung Terjang Pohon Pete, Rumah Hancur di Indramayu
Angin kencang yang melanda Desa Sindangangin tersebut, menurut Dasiah, terjadi beberapa saat setelah waktu lohor.
“Tiba-tiba hujan turun lebat disertai angin kencang. Anginnya berputar-putar dengan suara gemuruh seperti pesawat tempur lewat. Atap berderak-derak, berguncang-guncang. Kami jadi panik, lihat di halaman tenda juga terbang,” katanya.
Angin puting beliung yang berputar-putar mengempur Desa Sindangangin tersebut menurut Dasiah berlangsung selama sekitar setengah jam.
“Ada sekitar setengah jam lamanya, suasananya benar-benar mencekam. Setelah angin berhenti tapi hujannya masih turun sampai sore,” ujar Dasiah.
Dari pendataan sementara, kata Dasiah, setidaknya ada lima rumah rusak di Dusun Sarimukti.
Lima rumah di antaranya rusak parah diterjang pohon tumbang. Jenis pohon yang tumbang di antaranya adalah albasia, kelapa, dan pohon mangga.
Kerusakan paling parah didapat rumah Slamet.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rumah-ciamis-rusak.jpg)