Taman Cikapundung Mulai Dimanfaatkan untuk Bertindak Asusila, Aksi Mesum Pasangan Pelajar Terekam

Meski, unggahan itu kemudian dihapus, videonya telanjur menyebar. Video itu ditonton belasan ribu warganet dan menuai ratusan komentar.

Taman Cikapundung Mulai Dimanfaatkan untuk Bertindak Asusila, Aksi Mesum Pasangan Pelajar Terekam
Instagram @bandungtalk
Video viral sejoli bermesraan di pinggir Sungai Cikapundung Bandung, diduga pelajar. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tepian Taman Cikapundung Riverspot yang asri rupanya mulai dimanfaatkan sejumlah remaja untuk melakukan tindak asusila.

Ini terungkap menyusul video yang diunggah di akun instagram @bandungtalks, Jumat (8/11).

Meski, unggahan itu kemudian dihapus, videonya telanjur menyebar. Video itu ditonton belasan ribu warganet dan menuai ratusan komentar.

Dalam rekaman video itu terlihat sepasang pelajar, masih mengenakan seragam SMA, tengah bermesraan di bawah pohon di tepi sungai.

Dari taman, tepian ini terlindung pepohonan. Lokasinya juga sepi.

Video diduga diambil sembunyi-sembunyi dari beberapa titik.

Namun, semua dari arah belakang.

Kedua pelajar yang tertangkap basah tengah bermesraan tak mengetahui bahwa tindakan mereka sedang direkam.

Fitri (47), warga Cihampelas, Kota Bandung, yang sehari-hari berdagang di kawasan Cikapundung Riverspot, mengatakan, sejumlah pelajar memang kerap datang dan bermain di area Cikapundung Riverspot.

"Tapi, biasanya datangnya banyakan, enggak berduaan," ujarnya saat ditemui di tempatnya berdagang, kemarin.

Fitri mengatakan, menurut cerita yang ia dengar, peristiwa asusila pelajar itu terjadi Kamis (7/11) sekitar pukul 15.00.

"Saya enggak tahu siapa yang ngambil gambarnya," ujar Fitri, seraya mengatakan, Kamis sore itu ia baru tiba di tempatnya berdagang sekitar pukul 16.00.

Taman Cikapundung Riverspot, yang berada di sebelah utara Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, semula adalah tempat parkiran bus.

Namun, menjelang acara peringatan 50 tahun Konferensi Asia-Afrika tahun 2015, parkiran ini ditata menjadi taman yang cantik dan diberi nama baru, Cikapundung Riverspot.

Sejak diresmikan, Juni 2015 oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Cikapundung Riverspot selalu ramai dikunjungi warga.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung, Taspen Efendi, mengaku terkejut dengan informasi mulai dijadikannya kawasan Cikapundung Riverspot sebagai tempat asusila.

"Kami Satpol PP Kota Bandung langsung ke lapangan mencari tahu kebenarannya. Kalau memungkinkan, kami juga akan menangkap pelakunya," kata Taspen kepada Tribun saat dihubungi melalui pesawat telepon.

Taspen mengatakan, selain cek lokasi, Satpol PP juga akan berkoordinasi dengan instansi dan dinas terkait, unsur kewilayahan, dan masyarakat sekitar.

"Kami juga melakukan kolaborasi untuk menyelesaikan masalah tersebut, dilanjutkan dengan sosialisasi tentang berperilaku di tempat umum. Saya juga akan menugaskan kepada anggota untuk memonitor kawasan tersebut secara rutin," ujarnya. (mega nugraha/daniel a damanik/tiah sm)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved