88 Persen Warga Cianjur Sudah jadi Peserta BPJS Kesehatan, Bupati Ingin 100 Persen Terkover

Delapan puluh persen warga Cianjur sudah jadi peserta BPJS Kesehatan, bupati ingin 100 persen terkover.

88 Persen Warga Cianjur Sudah jadi Peserta BPJS Kesehatan, Bupati Ingin 100 Persen Terkover
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Pemkab Cianjur dan BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi sepakat memperpanjang kerja sama. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Peserta JKN KIS Kabupaten Cianjur sudah mencapai angka dua juta lebih atau sekitar 88 persen.

Untuk meneruskan semangat sinergitas pelaksanaan program JKN-KIS Pemda Kabupaten Cianjur bersama BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi telah melakukan penandatanganan perpanjangan Perjanjian Kerjasama (PKS) Kepesertaaan Program JKN-KIS Bagi Penduduk Yang Didaftarkan Oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur bertempat di Pendopo Kabupaten Cianjur, Jumat (8/11/2019).

Acara penandatanganan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Cianjur Herman Suherman serta Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi Yasmine Ramadhana Harahap.

Dalam sambutannya Herman menyampaikan bahwa Pemda Kabupaten Cianjur telah mendaftarkan 195.576 jiwa penduduknya untuk menjadi peserta program JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PBI APBD) sebagai bentuk komitmen untuk mencapai UHC di wilayah Kabupaten Cianjur.

“Upaya memperluas cakupan kepesertaan JKN-KIS dan mewujudkan UHC Kabupaten Cianjur terus menjadi agenda utama kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cianjur khususnya bidang kesehatan,” ujar Herman Suherman.

Yasmine mengatakan koordinasi berkesinambungan yang selama ini terjalin antara Pemkab Cianjur dan BPJS Kesehatan Sukabumi melalui BPJS Kesehatan Kabupaten Cianjur merupakan upaya bersama untuk mewujudkan tujuan mulia program JKN-KIS yang membutuhkan usaha dan kerja sama yang solid dari berbagai pihak yang terkait.

“Kami mengapresiasi langkah konsisten Pemkab Cianjur dalam memberikan dukungan secara berkelanjutan terhadap implementasi program JKN-KIS salah satunya melalui integrasi peserta PBI APBD Kabupaten Cianjur, dan kami berharap agar jumlah peserta dapat terus bertambah demi tercapainya UHC Kabupaten Cianjur,” ujar Yasmine.

Yasmine menyampaikan dalam rangka mendukung tercapainya UHC Kabupaten Cianjur di tahun 2020 tidak hanya bertumpu pada pembiayaan jaminan kesehatan tapi diharapkan dukungan kebijakan Pemda di antaranya kebijakan yang mendorong kepatuhan sektor Badan Usaha untuk mendaftarkan seluruh pekerja beserta anggota keluarganya sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Imbauan kepada Peserta JKN-KIS mengenai kewajiban membayar iuran paling lambat tanggal 10 setiap bulannya agar tidak terkendala dengan pelayanan, kebijakan untuk para pengusaha agar mengalokasikan dana CSR perusahaan dalam bentuk donasi iuran JKN-KIS untuk penduduk yang belum mendapatkan manfaat jaminan kesehatan, dan kerjasama Pemda untuk sinergitas memperluas kanal pendaftaran melalui Kecamatan dan Desa dalam rangka memberikan kemudahan bagi warga masyarakat dalam mendapakan pelayanan pendaftaran JKN-KIS.

Jumlah kepesertaan program JKN-KIS di Kabupaten Cianjur sampai dengan 31 Oktober 2019 adalah sebanyak 2.000.962 jiwa atau telah mencapai 88,41% dari total penduduk Kabupaten Cianjur sebanyak 2.263.201 jiwa.

Dengan perpanjangan kerja sama ini diharapkan dapat terus memperkuat komitmen Pemda dan seluruh stakeholder lainnya dalam mencapai UHC dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik lagi.

Waketum Demokrat AHY Kini Berewokan, Penampilan Putra SBY Makin Jadi Sorotan, Ini Foto-fotonya

Moncer di Persib, Pemain Ini Mungkin Dipanggil Timnas Indonesia, Pemain Absen Lawan Arema Bertambah

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved