Iuran BPJS Naik, Tukang Sayur Ini Pilih Turun Kelas I ke Kelas III, ''Takut Gak Kebayar''

Pemerintah sudah menaikan iuran BPJS Kesehatan Mandiri di semua kelas dan hal ini pun dirasa memberatkan masyarakat.

tribunjabar/Handhika Rahman
Para peserta BPJS saat menunggu di ruang ruang di Kantor BPJS Cabang Kabupaten Indramayu, Selasa (5/11/2019). 

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cirebon, Ansharuddin mengatakan, penyesuaian kenaikan tarif itu menyusul dengan adanya Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Di dalamnya menyebut peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) kelas I akan naik menjadi Rp 160 ribu dari yang sebelumnya Rp 80 ribu.

Selanjutnya untuk iuran peserta kelas II akan naik menjadi Ro 110 ribu dari sebelumnya Rp 51 ribu dan kelas III naik menjadi 42 ribu dan sebelumnya Rp 25.500.

Kenaikan iuran itu rencananya akan mulai berlaku pada 1 Januari 2020 mendatang.

“Mungkin bagi sebagian kalangan masyarakat, khususnya peserta PBPU, penyesuaian iuran cukup berat," ucap dia.

Waketum Demokrat AHY Temani Anak di Rumah, Tandai Ani Yudhoyono padahal di Foto Tak Ada Sosoknya

Meski demikian, menurut Ansharuddin kenaikan besaran iuran itu dirasa masih wajar apabila dibandingkan dengan besarnya manfaat yang akan diterima oleh para peserta melalui Program JKN-KIS.

Ansharuddin berharap, dengan adanya penyesuaian iuran, Program JKN-KIS akan mengalami perbaikan secara sistemik khususnya dalam hal pembiayaan terhadap Fasilitas Kesehatan.

"Pekerjaan rumah lain untuk perbaikan program ini akan terus dilakukan, misalnya perbaikan dari aspek pemanfaatan dan kualitas layanan kesehatan serta manajemen kepesertaan," ucap dia.

Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved