Warga Berharap Reaktivasi Jalur Kereta Api Ciranjang-Cipatat KBB Bisa Segera Rampung

Warga Kampung Halte RT 01/19 Desa/Kecamatan Cipatat KBB, berharap pengerjaan reaktivasi jalur kereta api Ciranjang-Cipatat bisa segera diselesaikan.

Warga Berharap Reaktivasi Jalur Kereta Api Ciranjang-Cipatat KBB Bisa Segera Rampung
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Pengerjaan reaktivasi jalur kereta api Ciranjang-Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (29/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIPATAT - Warga Kampung Halte RT 01/19 Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat ( KBB) berharap pengerjaan reaktivasi jalur kereta api Ciranjang-Cipatat bisa segera diselesaikan.

Sebab, selain bisa menambah penghasilan bagi warga yang membuka warung, nantinya akses menuju Ciranjang, Kabupaten Cianjur juga bisa lebih mudah.

Maryati sodikin (45) seorang pedagang di sekitar Stasion Cipatat, mengatakan, setelah nantinya jalur kereta api tersebut aktif, ia yakin warungnya akan banyak pembeli yang datang ke stasion tersebut.

"Harapan kami ya harus cepat rampung biar banyak yang membeli ke warung saya," ujarnya saat ditemui di sekitar Stasion Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (29/10/2019).

Warga Menyambut Baik Reaktivasi Jalur Kereta Api Ciranjang-Cipatat, Ini Alasannya

Reaktivasi Kereta Api Cibatu-Garut Capai 42 Persen, Tuntas Akhir Tahun, Operasional Tahun Depan

Ia mengatakan, pengerjaan reaktivasi jalur ini sudah dilakukan sejak tiga bulan yang lalu, bahkan meski baru pengerjaan warungnya sudah ramai oleh pekerja.

Untuk ity, ia mengaku sangat mendukung terkait adanya reaktivasi jalur kereta api yang sudah tidak aktif sejak 6 tahun lalu itu.

"Pengerjaannya sudah 3 bulan yang lalu, saya mendukung karena nantinya di daerah ini bisa ramai lagi seperti dulu saat masih aktif," ucapnya.

Maryati sendiri hanyalah pendatang, namun sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Desa Cipatat, namun ia dan keluarganya tinggal di lahan milik PT KAI yang disewakan kepada warga.

"Ini rumah sama warung saya, cuma lahannya punya PT KAI. Sewa per tahun sekitar Rp 2,3 juta dengan bayaran per meter," kata Maryati.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Barat, Achyar Pasaribu melalui Kepala Seksi Lalu Lintas, Sarana dan Keselematan Perkeretaapian BTP, Bernardi Armisetyo, mengatakan, pengerjaan reaktivasi tersebut ditargetkan bisa selesai akhir bulan Desember 2019.

"Pengerjaannya sedikit ada kendala dalam penyesuaian row. Pekerjaan 15 kmsp yang dilakukan perbaikan badan jalan, penggantian rel menjadi R 54 termasuk bantalan, saluran drainase, pekerjaan penahan tanah, perbaikan jembatan," ucapnya belum lama ini.

Perbaikan jalur tersebut, kata dia, dipastikan tidak ada pembebasan bangunan atau lahan yang ada di sekitar rel, sehingga pengerjaannya akan bisa dipercepat.

"Selain itu, relnya juga masih ada dan tidak ada pembebasan lahan karena reaktivasinya kan jalur mati," kata dia.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved