Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Tol Masih Didominasi Human Error

Kecelakaan lalu lintas di jalan tol hingga saat ini disebut masih banyak akibat faktor humam error dibandingkan akibat Over Dimension And Over Load

Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Tol Masih Didominasi Human Error
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
PT Jasa Marga Persero saat melaksanakan operasi kendaraan ODOL di Jalan Tol Purbaleunyi, Senin (28/10/2019) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, PADALARANG - Kecelakaan lalu lintas di jalan tol hingga saat ini disebut masih banyak akibat faktor humam error jika dibandingkan akibat kondisi kendaraan yang Over Dimension And Over Load (ODOL).

General Manager Tol Purbaleunyi, Pratomo Bimawan Putra, mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi kecalakaan di jalan tol masih didominasi human error dengan presentasi sekitar 87 persen, sedangkan akibat kendaraan ODOL hanya 13 persen.

"Itu data sampai September 2019 ini, jadi memang faktor dominan masih pengemudi kalau akibat kendaraan faktor paling banyak yang kedua," ujarnya saat ditemui disela operasi kendaraan ODOL di Tol Purbaleunyi KM 120, Senin (28/10/2019) malam.

Ia mengatakan dengan diadakannya operasi ODOL ini, faktor kecelakaan akibat kendaraan yang mencapai 13 persen, diharapkan bisa terus berkurang.

"Saat ini juga sedang diupayakan untuk mendorong agar regulasinya lebih jauh sampai ke pengusahanya," katanya.

Atas hal tersebut, pihaknya akan bekerjasama dengan regulator dan kepolisian dengan mengupayakan perbaikan regulasinya dalam mengurangi angka kecelakaan di jalan tol tersebut.

"Itu agar perbaikannya bisa dilakukan lebih mendalam lagi," ucap Pratomo.

Untuk menekan angka kecelakaan itu, PT Jasa Marga (Persero) melakukan operasi kendaraan truk ODOL yang melintas saat malam hari di Tol Purbaleunyi KM 120.

Pantauan Tribun, sejumlah truk atau kendaraan berat diarahkan untuk berhenti di depan Kantor PT Jasamarga, kemudian petugas meminta pengendara untuk menunjukkan surat kendaraannya.

Kemudian, berat kendaraan dan muatan yang dibawa dihitung menggunakan alat ukur untuk menghitung secara total dan kendaraan ODOL langsung dipasang stiker peringatan oleh petugas.

"Biasanya penertiban Kendaraan ODOL ini dilaksanakan pada siang hari, tapi sekarang kami perlu meng-capture tren atau pola ODOL ketika malam hari," ujarnya.

document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved