Breaking News:

Kasus Pencucian Uang Mantan Bupati Cirebon, KPK Panggil Nico Siahaan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penyelidikan kasus dugaan pencucian uang mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra.

Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Anggota DPR RI Junico Siahaan. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penyelidikan kasus dugaan pencucian uang mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra.

Kali ini KPK akan memanggil anggota DPR RI Junico Bisuk Partahi Siahaan atau yang biasa disapa Nico Siahaan sebagai saksi.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SUN," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (29/10/2019).

Kantor Imigrasi Cirebon Tahan Paspor Camat Beber Cirebon Rita Susana, Terkait Kasus Suap Sunjaya

Sebelumnya Febri mengatakan, penyidik KPK pernah memeriksa Nico Siahaan terkait pendalaman kasus ini.

Salah satu hal yang didalami adalah dugaan aliran dana tindak pidana pencucian uang tersebut ke acara Kongres Pemuda 2018 yang digelar PDI Perjuangan.

"Satu orang anggota DPR RI sudah kami periksa dalam penyidikan kasus pengembangan yang baru ini, saudara Nico Siahaan sudah kami periksa karena yang bersangkutan punya peran dalam acara itu," kata Febri, Selasa (8/10/2019) lalu.

Febri mengatakan, dugaan aliran dana ke acara partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut sebenarnya telah terungkap di dalam sidang kasus jual beli jabatan yang juga melibatkan Sunjaya sebelumnya di Pemkab Cirebon.

Dalam perkara jual beli jabatan itu, Sunjaya divonis 5 tahun penjara.

"Sudah terungkap di fakta persidangan itu ada pengembalian Rp 250 juta. Nah diduga uang Rp 250 juta ini berasal dari Bupati Cirebon (Sunjaya)," ujar Febri.

Dalam perkara ini, Sunjaya diduga melakukan tindak pidana pencucian uang sebesar Rp 51 miliar.

Sunjaya diduga menerima berbagai gratifikasi dan memanfaatkan penerimaan gratifikasi tersebut untuk kepentingannya.

Pascavonis Sunjaya, Pemkab Cirebon Lakukan Asesmen dan Open Bidding Jabatan Selevel Eselon Dua

Rinciannya, terkait pengadaan barang dan jasa dari pengusaha menerima sekitar Rp 31,5 miliar; terkait mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Mojokerto sekitar Rp 3,09 miliar; setoran dari Kepala SKPD/OPD sekitar Rp 5,9 miliar.

Kemudian, terkait perizinan galian dari pihak yang mengajukan izin sebesar Rp 500 juta.

Sunjaya juga diduga menerima uang sebesar Rp 6,04 miliar terkait perizinan PLTU 2 di Kabupaten Cirebon dan menerima Rp 4 miliar terkait perizinan properti di Cirebon.

Sunjaya diduga melakukan perbuatan menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menitipkan uang hasil gratifikasi yang diterimanya. (Kompas.com/Dylan Aprialdo Rachman)

Dijerat TPPU, Mantan Bupati Cirebon Yakin Asal Usul Harta Kekayaannya dari Sumber yang Sah

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved