Kamis, 28 Mei 2026

Mahfud MD dan Jaksa Agung ST Burhanuddin Ternyata Senasib Soal Nama, Sang Guru Menjadi Penyebab

Sama-sama dipilih jadi pembantu Jokowi, keduanya ternyata juga punya nasib serupa.

Tayang:
Editor: Ravianto
Kolase Tribunmanado/Foto Istimewa Sindonews.com dan hutamakarya.com
ST Burhanuddin 

Namun suatu ketika, sang guru bosan dengan sebutan A, B dan C ini sehingga memilih mengganti nama panggilan ketiganya.

Mahfud MD ditanya siapa nama bapaknya sebelum kemudian diputuskan menjadi Mahfud Mahmudin.

Mahmudin adalah nama ayah Mahfud MD.

Hanya, nama Mahfud Mahmudin ini terasa kurang enak di telinga oleh Mahfud MD yang ketika itu berusia 12 tahun.

Mahfud MD lantas meminta gurunya mengubah namanya menjadi Mahfud MD saja, bukan Mahfud Mahmudin.

Kebiasaan di kelas itu akhirnya malah tertulis di ijazah sebelum dipakai hingga sekarang.

Cerita serupa juga terjadi pada Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Ia bercerita mengenai sejarah namanya disingkat oleh guru saat mengenyam sekolah dasar.

Hari ini, Burhanuddin dilantik oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Merdeka.

Setelah dari Istana, Burhanuddin ramah tamah bersama Wakil Jaksa Agung, Agung Arminsyah, para Jaksa Agung Muda, dan Pejabat Eselon I dan II di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Burhanuddin sempat menjelaskan, mengenai sejarah namanya disingkat jadi ST, yang merupakan singkatan dari Sanitiar.

Menurut Burhanuddin, namanya disingkat jadi ST oleh guru sekolah dasar.

"Sanitiar, nama saya itu Sanitiar Burhanuddin. Oleh guru SD saya dalam penulisan ijazah disingkat jadi ST," ujar Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (23/10/2019).

Seraya berkelakar Burhanuddin mengaku baru sadar saat usianya mulai beranjak dewasa.

"Saya juga mau gimana udah tahunya udah gede, loh kok jadi ST," ucapnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved