AHY Tak Kunjung Datang, Partai Demokrat Tak Dapat Jatah Menteri, Tak Turun Restu Dari Megawati?

Peluang Partai Demokrat dan putra SBY, yakni AHY mendapat jatah kursi menteri makin tipis. Hubungan dingin SBY vs Megawati jadi penyebabnya?

AHY Tak Kunjung Datang, Partai Demokrat Tak Dapat Jatah Menteri, Tak Turun Restu Dari Megawati?
Instagram @agusyudhoyono @jokowi
AHY Tak Kunjung Datang, Partai Demokrat Tak Dapat Jatah Menteri, Tak Turun Restu Dari Megawati? 

Peluang Partai Demokrat dan putra SBY, yakni Agus Yudhoyono atau AHY mendapat jatah kursi menteri makin tipis. Hubungan dingin SBY vs Megawati jadi penyebabnya?

TRIBUNJABAR.ID - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan, peluang Partai Demokrat mendapatkan jatah kursi menteri dari pemerintah Joko Widodo-Ma'ruf Amin sangat tipis.

Adi menilai, sudah ada upaya dari Demokrat lewat Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjalin komunikasi dengan bertemu Jokowi pada Kamis 10 Oktober lalu.

Namun, menurut dia, Demokrat tetap punya ganjalan, yakni kemungkinan tidak ada restu dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri yang selama ini disinyalir punya hubungan kurang harmonis dengan SBY.

"Hubungan SBY dan Megawati tidak pernah harmonis. Kedua tokoh ini sulit untuk disatukan sehingga ini mungkin menjadi ganjalan bagi Demokrat untuk mendapatkan jatah menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf," ujar Adi saat dihubungi, Selasa (22/10/2019).

Ramalan Bintang Hari Ini Rabu 23 Oktober 2019: Gemini Lagi Sibuk, Dekati Saja Virgo Lagi Murah Hati

Konflik di antara Megawati dan SBY berawal dari niat SBY maju Pilpres 2004.

Saat itu, Megawati menjabat sebagai presiden. Sementara itu, SBY menjabat Menko Polhukam.

Singkat cerita, SBY pun mundur sebagai menteri kemudian mendeklarasikan Partai Demokrat.

SBY kemudian maju sebagai capres bersama Jusuf Kalla lalu memenangi Pilpres 2004.

Saat itu, pasangan SBY-JK mengalahkan Megawati sebagai petahana yang berpasangan dengan tokoh Nahdlatul Ulama, Hasyim Muzadi.

Halaman
1234
Editor: Hilda Rubiah
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved