Mengenang Stasiun Paoman, Dibangun Tahun 1912 dan Menjadi Salah Satu Pusat Perekonomian di Indramayu

Stasiun Indramayu yang berlokasi di Kelurahan Paomanini menjadi tapak tilas perkeretaapian di Pulau Jawa yang sudah tidak lagi aktif.

Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Handhika Rahman
Stasiun Paoman yang dahulu dibangun oleh perusahaan Staatspoorwegen (SS) untuk melayani angkutan barang hasil bumi pada tahun 1912 yang terletak di Kelurahan Paoman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Minggu (20/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Stasiun Indramayu yang berlokasi di Kelurahan Paoman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu ini menjadi tapak tilas perkeretaapian di Pulau Jawa yang sudah tidak lagi aktif.

Oleh masyarakat sekitar, Stasiun Indramayu memiliki kenangan tersendiri karena menjadi salah satu pusat roda perekonomian di masanya duhulu.

Meski bernama Stasiun Indramayu, namun mereka lebih mengenal stasiun ini dengan sebutan Stasiun Paoman karena terletak di perkampungan Paoman.

Warga setempat, Sikin (55) mengatakan, bangunan Stasiun Paoman memiliki gaya arsitektur yang khas dari zaman Kolonial Belanda.

Stasiun Paoman yang dahulu dibangun oleh perusahaan Staatspoorwegen (SS) untuk melayani angkutan barang hasil bumi pada tahun 1912 yang terletak di Kelurahan Paoman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Minggu (20/10/2019).
Stasiun Paoman yang dahulu dibangun oleh perusahaan Staatspoorwegen (SS) untuk melayani angkutan barang hasil bumi pada tahun 1912 yang terletak di Kelurahan Paoman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Minggu (20/10/2019). (Tribun Jabar/Handhika Rahman)

Dahulu Stasiun Paoman dibangun oleh perusahaan Staatspoorwegen (SS) untuk melayani angkutan barang hasil bumi pada tahun 1912.

Pada masanya Stasiun Paoman hanya melayani satu jalur KA saja, yaitu lintas cabang dari Stasiun Jatibarang menuju Indramayu sebagai pusat kota dengan jarak tempuh sekitar 19 kilometer.

"Nah dari sini bawa barang-barang, seperti kepiting, ikan asin, garam, padi. Nanti ditaruh di Jatibarang," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (20/10/2019).

Sikin menjelaskan, dahulu selain Bandar Cimanuk yang merupakan pelabuhan ternama di Pulau Jawa, Stasiun Paoman pun menjadi pusat roda perekonomian kala itu.

PT KAI Kembali Hadirkan Rail Clinic di Indramayu, Kali Ini di Stasiun Haurgeulis

 Sempat Viral di Media Sosial Tak Penyekat, Toilet di Stasiun Ciamis Kini Sudah Disekat, Ini Fotonya

Menengok Stasiun Cimahi yang Sudah Berusia 135 Tahun, Bangunan Artistik dengan Jendela Jalusi Besi

Beragam hasil bumi di Indramayu di kirim ke berbagai daerah melalui Stasiun Paoman ke Stasiun Jatibarang baru kemudian di kirim ke berbagai daerah, seperti Cirebon, Jakarta, dan daerah lainnya.

Stasiun Paoman juga dipergunakan untuk angkutan perjalanan penumpang.

"Dahulu sebelum ada jalan ini adalah jalur kereta. Hanya ada satu jalur jadi PP kereta itu. Pengoperasiannya 6 kali dalam sehari," ujar dia.

Ada beberapa stasiun kecil atau pemberhentian pada jalur KA Jatibarang-Indramayu ini dahulu, yakni Jatibarang, Pawidean, Kalikrasak, Lobener, Karangsembung, Pekandangan, Cimanuk, Indramayu Pasar, Pasaranyar, Karangturi, dan Indramayu.

Diceritakan Sikin, sekarang Stasiun Paoman sudah menjadi stasiun non aktif.

Stasiun itu ditutup pengoperasiannya pada tahun 1978.

Bekas jalur rel KA dari Stasiun Paoman di Indramayu, menuju Stasiun Jatibarang yang sudah berubah fungsi menjadi pemukiman warga, Minggu (20/10/2019).
Bekas jalur rel KA dari Stasiun Paoman di Indramayu, menuju Stasiun Jatibarang yang sudah berubah fungsi menjadi pemukiman warga, Minggu (20/10/2019). (Tribun Jabar/Handhika Rahman)
Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved