Menengok Stasiun Cimahi yang Sudah Berusia 135 Tahun, Bangunan Artistik dengan Jendela Jalusi Besi

Pemerintah Kota Cimahi tengah serius menggarap dan mengamankan bangunan haritage atau bangunan bersejarah

Penulis: Syarif Pulloh Anwari | Editor: Ichsan
tribunjabar/syarif pulloh anwari
Stasiun Cimahi 1 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi tengah serius menggarap dan mengamankan bangunan haritage atau bangunan bersejarah menjadi Bangunan Cagar Budaya.

Hal tersebut dilakukan Pemkot Cimahi melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi yang sudah mendaftarkan dan telah lolos verifikasi 10 bangunan heritage dalam sistem registrasi nasional Cagar Budaya Kemendikbud.

Bangunan yang sudah lolos verifikasi itu di antaranya Rumah Sakit Dustira, Penjara Militer, Gereja Santo Ignatius, Gedung Sudirman, Stasiun Kereta Api Cimahi, Kolam Renang Berkleus, Gedung Ex Bioskop Rio, dan Gedung Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Saat Tribun Jabar menelusuri salah satu bangunan yang sudah lolos verifikasi menjadi bangunan Cagar Budaya yaitu ke Stasiun Cimahi, tampak sebuah bangunan khas yang merupakan peninggalan pemerintahan kolonial Belanda.

Bangunan Stasiun Cimahi yang berada di Jalan Stasiun, Kota Cimahi ini didirikan pada tahun 1884, bangunan artistik itu masih tampak kokoh dan indah dengan gaya art deco dan berkarakter vernakular.

KH Maimun Zubair atau Mbah Moen Wafat, Mardani Ali Sera, Fadli Zon, hingga Mahfud MD Berbelasungkawa

Jendala klasik dengan jalusi besi berbentuk ornamen geometris setengah lingkaran pada bagian ventilasi. Jalusi adalah rangkaian pengatur sirkulasi udara.

Jendela kiri-kanan masih mempertahankan khasnya yang terbuat dari kayu.

Pembangunan stasiun ini diprakarsai oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api milik Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Kini bangunan yang sudah hampir berumur 135 tahun sudah ada beberapa bagian yang direnovasi.

Stasiun Cimahi 2
Stasiun Cimahi 2 (tribunjabar/syarif pulloh anwari)

Humas PT KAI Daop 2, Noxy Citrea mengatakan bangunan Stasiun Cimahi belum mengalami pemugaran, hanya beberapa yang direnovasi untuk meningkat pelayanan penumpang.

"Ada beberapa bagian yang direnovasi untuk meningkatkan pelayanan bagi penumpang seperti penambahan peron tinggi dan ruang tunggu penumpang," ujar Noxy kepada Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Senin (5/8/2019).

Profil Maimun Zubair, Mbah Moen Hafal Banyak Kitab di Usia Muda, Ulama Sohor yang Besarkan Pesantren

Noxy mengatakan Stasiun Cimahi zaman dulu dibangun untuk mendukung Cimahi sebagai pusat militer.

Menurut Noxy, Stasiun Cimahi pemberangkatan seiring dengan dibukanya jalur kereta api Padalarang - Bandung.

Namun kini Stasiun Cimahi melayani rute ke arah Jakarta,  Surabaya Pasarturi,  Cirebon,  Semarang,  dan KA Lokal tujuan Cicalengka,  Padalarang,  Purwakarta,  dan Cibatu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved