Sosok Jokowi di Mata Para Menteri Kabinet Periode 2014-2019, Sri Mulyani Sampai Minta Maaf
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengakhiri jabatan presiden untuk periode 2014-2019 dan melanjutkan kembali untuk periode 2019-2024.
TRIBUNJABAR.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengakhiri jabatan presiden untuk periode 2014-2019 dan melanjutkan kembali untuk periode 2019-2024.
Diketahui, pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin akan terlaksana di Gedung DPR-MPR RI, pada Minggu (20/10/2019).
Jokowi telah melangsungkan perpisahan kepada menteri kabinetnya di periode 2014-2019.
Meski belum diketahui siapa saja yang akan dipertahankan dan diangkat jadi menteri kembali, namun sejumlah menteri menyampaikan kesannya bekerja dengan Jokowi.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Sabtu (18/10/2019), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan Jokowi sosok pekerja keras.
Disebutkannya, Jokowi mengayomi anak buahnya.
"Jokowi itu pekerja keras, pemberani, dan memberikan pengayoman pada anak buahnya," ujar Luhut usai menghadiri silaturahim perpisahan Jokowi-JK dan Kabinet Kerja, di Istana Negara, Jumat (18/10/2019).
Ia mengaku kerap kesal saat ada yang meremehkan Jokowi.
"Kadang suka kesal juga orang mempertanyakan atau merendahkan Jokowi, padahal pemimpin dunia sangat apresiasi ke Pak Jokowi," ungkapnya.
• Periode Kedua Jokowi, Ridwan Kamil Berharap Perhatian untuk Jabar Lebih Besar Lagi
Selain itu, Luhut berkata menikmati bekerja sama dengan Jokowi dan wakilnya Jusuf Kalla.
Ia pun mengatakan keduanya telah mengambil langkah bersar.
Sehingga diyakini Luhut, pada periode kedua nanti Jokowi bisa memaksimalkan pekerjaannya.
"Periode kedua nanti beliau tinggal speed up mempercepat ini semua," sambungnya.
Sedangkan sosok Jokowi juga disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti.
Susi mengatakan, Jokowi telah membiarkannya mengambil rencana terobosan dalam mengurangi kapal pencuri ikan.
Hal ini dirasanya karena ucapan Jokowi yang menyuruhnya memperbaiki laut Indonesia.
"Pak jokowi bilang saya akan bikin terobosan. Itu adalah sebuah sinyal bahwa saya boleh banyak melakukan terobosan," ujar Susi Pudjiastuti di Jakarta, Jumat (18/10/2019).
"Dan Beliau mendukung sekali, membentuk Satgas 115, beliau perintahkan Menteri Hukum dan HAM menandatangani perizinan moratorium kapal asing selama 6 bulan," papar Susi.
Susi pun menjadi menteri yang berhasil dan sukses mengusir kapal ilegal di perairan Indonesia.
Data KKP menyebut, 556 kapal sudah dimusnahkan dari Oktober 2014 hingga Oktober 2019.
Jumlah tersebut terdiri dari 321 kapal berbendera Vietnam, 91 kapal Filipina, 87 kapal Malaysia, 24 kapal Thailand, 2 kapal Papua Nugini, 3 kapal Republik Rakyat China, 1 kapal Nigeria, 1 Kapal Belize, dan 26 kapal Indonesia.
Sementara itu, berkat kebijakannya memerangi kapal pencuri ikan, produksi ikan tuna, tongkol, dan cakalang mengalami peningkatan.
Dan menurut data Fishstat 2019, Indonesia masuk menjadi produsen nomor 1 tuna dunia, dari 1.178.173 ton tahun 2012 menjadi 1.342.601 ton tahun 2017.
Menteri Keuangan Sri Mulyani turut menyampaikan kesannya berada di barisan menteri Jokowi-JK.
Ia meminta maaf lantaran merasa nakal dan suka terlambat.
• Mahathir Mohamad dan 16 Kepala Pemerintahan Negara Lain Hadiri Pelantikan Jokowi-Maruf Amin
"Kami mohon maaf, Bapak. Mungkin (kami) suka nakal, suka ndablek, suka enggak mengerti, suka terlambat," ujar Sri Mulyani.
"Pasti kan sebagai manusia biasa mohon maaf kalau kami belum bisa memuaskan. Terima kasih Bapak Presiden dan Bapak Wapres atas kepercayannya," tuturnya.
Sambil meminta maaf, Sri Mulyani mengatakan Jokowi memimpin dengan membiarkan para menterinya mengekspresikan diri.
"Kami atas nama Elek Yo Band (Grup Band Kabinet Kerja) menyampaikan terima kasih atas pertemanan di dalam kabinet yang luar biasa tentu di bawah kepemimpinan Pak Presiden yang memungkinkan kita bisa mengekspresikan seluruh bakat terpendam sekaligus menyalurkan rasa frustrasi," kata dia.
Pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin
Berdasarkan rilis resmi dari MPR RI yang diterima TribunWow.com pelantikan akan diawali dengan Sidang Paripurna MPR RI.
Sidang itu dalam rangka pelantikan presiden dan wakil presiden hasil Pemilu 2019 diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya pada pukul 14.30 WIB.
Lalu Ketua MPR Bambang Soesatyo memimpin untuk mengheningkan cipta dan dilanjutkan dengan membuka Sidang Paripurna.
Selanjutnya Pimpinan MPR membacakan keputusan KPU dan dilanjutkan dengan pengambilan sumpah Presiden dan Wakil Presiden serta penandatanganan berita acara pelantikan dan penyerahan berita acara pelantikan oleh pimpinan MPR.
Selanjutnya dengan pertukaran tempat duduk wakil presiden dari Jusuf Kalla ke Ma'ruf Amin.
Lalu, Presiden Jokowi akan membacakan pidato sebagai presiden periode 2019-2024.
Ketua MPR kembali melanjutkan sidang paripurna dan diakhiri dengan pembacaan doa sebelum sidang resmi ditutup.
Berikut ini jadwal agenda pokok sidang paripurna dalam rangka pelantikan presiden dan wakil presiden:
14.30 WIB Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
14.33 WIB Mengheningkan Cipta dipimpin Ketua MPR
14.36 WIB : Pembukaan Sidang Paripurna MPR oleh Ketua MPR dan pembacaan Keputusan KPU oleh Pimpinan MPR
14.56 WIB Pengucapan Sumpah Presiden 1
• Iriana Jokowi, Anak Seorang Guru, Setia Pada Jokowi Mulai dari Karier Pegawai Hingga Presiden
4.58 WIB Pengucapan Sumpah Wakil Presiden
15.00 WIB Penandatanganan Berita Acara Pelantikan
15.05 WIB Penyerahan Berita Acara Pelantikan oleh Pimpinan MPR (Menuju tempat duduk : pertukaran tempat duduk Wakil Presiden)
15.07 WIB Pimpinan MPR melanjutkan memimpin Sidang Paripurna MPR
15.12 WIB Pidato Presiden
15.30 WIB Pimpinan MPR melanjutkan memimpin Sidang Paripurna MPR
15.35 WIB Pembacaan Doa
15.40 WIB Penutupan Sidang Paripurna MPR oleh Ketua MPR
15.45 WIB Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
15.48 WIB Sidang Paripurna MPR selesai (TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/jokowi-blak-blakan.jpg)