Sabtu, 9 Mei 2026

Sosok Jokowi di Mata Para Menteri Kabinet Periode 2014-2019, Sri Mulyani Sampai Minta Maaf

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengakhiri jabatan presiden untuk periode 2014-2019 dan melanjutkan kembali untuk periode 2019-2024.

Tayang:
Editor: Yongky Yulius
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Presiden Joko Widodo melakukan sesi wawancara bersama Tribunnews.com di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Dalam kesempatan tersebut Presiden Jokowi memaparkan mengenai visi pemerintahannya dalam 5 tahun ke depan kepada tim Tribunnews.com. 

Hal ini dirasanya karena ucapan Jokowi yang menyuruhnya memperbaiki laut Indonesia.

"Pak jokowi bilang saya akan bikin terobosan. Itu adalah sebuah sinyal bahwa saya boleh banyak melakukan terobosan," ujar Susi Pudjiastuti di Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Foto presiden dan wakil presiden terpilih lengkap dengan bingkainya sudah dijual di Kawasan Cicadas Kota Bandung, Rabu (16/10/2019)
Foto presiden dan wakil presiden terpilih lengkap dengan bingkainya sudah dijual di Kawasan Cicadas Kota Bandung, Rabu (16/10/2019) (Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik)

"Dan Beliau mendukung sekali, membentuk Satgas 115, beliau perintahkan Menteri Hukum dan HAM menandatangani perizinan moratorium kapal asing selama 6 bulan," papar Susi.

Susi pun menjadi menteri yang berhasil dan sukses mengusir kapal ilegal di perairan Indonesia.

Data KKP menyebut, 556 kapal sudah dimusnahkan dari Oktober 2014 hingga Oktober 2019.

Jumlah tersebut terdiri dari 321 kapal berbendera Vietnam, 91 kapal Filipina, 87 kapal Malaysia, 24 kapal Thailand, 2 kapal Papua Nugini, 3 kapal Republik Rakyat China, 1 kapal Nigeria, 1 Kapal Belize, dan 26 kapal Indonesia.

Sementara itu, berkat kebijakannya memerangi kapal pencuri ikan, produksi ikan tuna, tongkol, dan cakalang mengalami peningkatan.

Dan menurut data Fishstat 2019, Indonesia masuk menjadi produsen nomor 1 tuna dunia, dari 1.178.173 ton tahun 2012 menjadi 1.342.601 ton tahun 2017.

Menteri Keuangan Sri Mulyani turut menyampaikan kesannya berada di barisan menteri Jokowi-JK.

Ia meminta maaf lantaran merasa nakal dan suka terlambat.

Mahathir Mohamad dan 16 Kepala Pemerintahan Negara Lain Hadiri Pelantikan Jokowi-Maruf Amin

"Kami mohon maaf, Bapak. Mungkin (kami) suka nakal, suka ndablek, suka enggak mengerti, suka terlambat," ujar Sri Mulyani.

"Pasti kan sebagai manusia biasa mohon maaf kalau kami belum bisa memuaskan. Terima kasih Bapak Presiden dan Bapak Wapres atas kepercayannya," tuturnya.

Sambil meminta maaf, Sri Mulyani mengatakan Jokowi memimpin dengan membiarkan para menterinya mengekspresikan diri.

"Kami atas nama Elek Yo Band (Grup Band Kabinet Kerja) menyampaikan terima kasih atas pertemanan di dalam kabinet yang luar biasa tentu di bawah kepemimpinan Pak Presiden yang memungkinkan kita bisa mengekspresikan seluruh bakat terpendam sekaligus menyalurkan rasa frustrasi," kata dia.

Pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved