Office Boy Dealer Mobil di Tasik Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Punya Masalah Ekonomi

Polisi menyebut permasalahan ekonomi menjadi motif Dede Handi (41), nekat mengakhiri hidup gantung diri di tempat kerjanya.

Office Boy Dealer Mobil di Tasik Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Punya Masalah Ekonomi
Tribun Jabar/Isep Heri
Petugas membawa jasad korban gantung diri di sebuah dealer mobil di Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Rabu (16/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Polisi menyebut permasalahan ekonomi menjadi motif Dede Handi (41), nekat mengakhiri hidup gantung diri di tempat kerjanya.

Kapolsek Tawang, Iptu Engkos Kosasih, mengatakan dugaan murni bunuh diri menguat setelah petugas menemukan bukti percakapan korban di gawainya.

"Saat olah tempat kejadian perkara kami menemukan hp korban, di sana ada percakapan WhatsApp dia bersama istrinya mengenai permasalahan ekonomi," kata Engkos Kosasih saat dijumpai.

Kembali Terjadi Guru Silat Cabuli Muridnya, Kali Ini di Lampung, Modusnya Pijat Perenggangan

Meski beberapa bukti dan keterangan saksi sudah mengarah pada bunuh diri, polisi tetap lakukan pemeriksaan visum terhadap korban untuk memastikan tidak ditemukan unsur kekerasan lain.

Sebelumnya diberitakan, seorang office boy di sebuah dealer mobil di Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, ditemukan tewas gantung diri di tempat kerjanya, Selasa (16/10/2019) pagi.

Korban yang diketahui Dede Handi (41), Warga Ampera, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya itu nekat mengakhiri hidupnya dengan seutas tambang warna biru yang Ia kaitkan di tangga.

Dede ditemukan menggantung dan tak bernyawa pertama kali oleh Agus (35), sekuriti dealer yang hendak pergi ke toilet.

Agus menuturkan sebelum ditemukan tewas, tidak ada kejanggalan yang ditunjukkan Dede.

"Sempat ngobrol sama pegawai lain, saya juga ajak ngopi seperti biasanya. Kemudian korban katanya mau beres-beres di lantai dua sekitar dua puluh menit sebelum ditemukan ini," tuturnya.

Saat ditemukan, Agus dan beberapa rekannya berinisiatif menurunkan korban berharap nyawa Dede masih selamat.

"Karena rentang waktunya tidak lama, jadi kami menurunkan lalu kami bawa ke mushola tapi nyawanya sudah tidak ada," lanjut Agus.

Pria di Kupang yang Baru Lulus Tes ASN Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah Saudaranya

Siswa SMP di Kota Kupang Gantung Diri & Tinggalkan Surat Wasit: Maaf, Yohan Jalan Tanpa Pamit

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved