Dadang Supriatna Soroti Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan di Pelosok dan Perbatasan Jabar

Anggota DPRD Jabar H.M. Dadang Supriatna, S.IP., M.Si, soroti kawasan pelosok dan perbatasan di Jabar yang masih kekurangan kesehatan dan pendidikan

Dadang Supriatna Soroti Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan di Pelosok dan Perbatasan Jabar
Istimewa
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H.M. Dadang Supriatna, S.IP., M.Si dari Fraksi Partai Golangan Karya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H.M. Dadang Supriatna, S.IP., M.Si, menyoroti kawasan pelosok dan daerah perbatasan di Jawa Barat yang masih kekurangan fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Anggota dewan dari Fraksi Partai Golongan Karya ini mengatakan peningkatan kualitas serta kuantitas fasilitas pendidikan dan kesehatan di kawasan pelosok dan perbatasan ini menjadi salah satu fokus kerjanya lima tahun ke depan.

"Saya bersemangat meratakan pelayanan pendidikan dan kesehatan di Jabar, khususnya di Kabupaten Bandung, karena saat ini kondisinya memang belum merata," kata Dadang di Kantor DPRD Provinsi Jabar, Selasa (15/10/2019).

Adikarya Parlemen - Tia Fitriani : Perkuat Koordinasi antara DPRD dengan Pemprov Jabar

Adikarya Parlemen - Dadang Kurniawan: Jabar Butuh Lebih Banyak Rumah Sakit dan Sekolah

Anggota dewan kelahiran Bandung, 7 Agustus 1971, ini mengatakan contohnya di Kecamatan Pangalengan dan Kertasari di Kabupaten Bandung, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Garut. Warga masih banyak yang kesulitan mendapat akses pendidikan dan kesehatan.

Di bidang pendidikan, kata anggota dewan yang tinggal di Jalan Raya Sapan, Kelurahan Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, tersebut, pihaknya memprioritaskan pengadaan minimal satu SMA atau SMK di satu kecamatan.

"Dalam hal ini SMA dan SMK kan yang menjadi tanggung jawab Pemprov Jabar. Kita bisa dorong terus supaya masyarakat lebih mudah mengakses pendidikan dan tidak putus sekolah," katanya.

Setiap kecamatan sendiri, katanya, berpotensi memiliki calon pelajar SMA atau SMK antara 3.000 sampai 4.000 orang per tahun. Hal ini, katanya, tidak sebanding dengan jumlah sekolah di sejumlah daerah, terutama pelosok.

Di bidang kesehatan, katanya, rumah sakit dan puskesmas dengan ruang rawat inap pun harus didirikan. Hal ini supaya warga di perbatasan dan pelosok tersebut tidak terlalu jauh mengakses fasilitas kesehatan dan pendidikan.

"Kalau lihat potensi di sana, lahannya juga banyak lahan perkebunan. Bisa lebih mudah. Bisa juga beli saja lahannya dibebaskan, Pemprov Jabar sendiri kan punya anggaran banyak," katanya. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved