Sabtu, 9 Mei 2026

Proyek Pembangunan LRT Bandung Raya Ditawarkan pada Investor Saat WJIS 2019

Sejumlah proyek pembangunan Pemprov Jabar akan ditawarkan kepada para investor dalam dan luar negeri dalam West Java Investment Summit (WIJS) 2019 di

Tayang:
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Senin (14/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah proyek pembangunan Pemprov Jabar akan  ditawarkan kepada para investor dalam dan luar negeri dalam West Java Investment Summit (WIJS) 2019 di The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Jumat (18/10/2019).

Beberapa proyek yang ditawarkan di antaranya adalah proyek pembangunan LRT Bandung Raya, Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka dan Ciayumajakuning, Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Jatigede dan Bandung Raya, Aerocity BIJB, serta kawasan industri Segitiga Rebana (Cirebon-Subang-Majalengka), Bogor, Sukabumi, dan Pangandaran.

Event yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat ini rencananya pun akan dihadiri 200-300 delegasi atau investor dari berbagai negara.

Terluka Setelah Membanting Botol Bir, Pria Asal Bali Mengamuk di Rumah Sakit Saat Luka Dijahit

Kepala Group Advisory Pengembangan Ekonomi pada Kantor Perwakilan BI Jabar, Pribadi Santoso, mengatakan bahwa beberapa investor asing yang telah menunjukkan minat terhadap sejumlah proyek tersebut berasal dari Inggris, Belgia, Perancis, Amerika Serikat, Kanada, Kuwait, Pakistan, Sudan, Singapura, Korea Selatan, Malaysia, dan Tiongkok.

"WJIS 2019 nantinya akan terbagi menjadi 5 kegiatan utama yaitu High Level Session, Penandatanganan MOU/Kesepakatan Investasi dan Perdagangan, Project Consultation, One-on-one meeting, serta Pameran Investasi dan UMKM. Khusus sesi penandatangan MoU, akan dilakukan penandatanganan beberapa kesepakatan investasi antara lain dengan kawasan industri Cikidang, perluasan pabrik elektronik di Kabupaten Bekasi dan kesepakatan perdagangan dengan BUMD Pangan Jawa Barat," kata Pribadi dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Senin (14/10/2019).

WJIS 2019 yang merupakan output dari forum West Java Incorporated, katanya, menjadi salah satu bentuk best practice dan menjadi benchmark bagi daerah lainnya dalam mendorong investasi di daerah.

Perkembangan ekonomi Jawa Barat yang relatif solid, katanya, tercermin dari rerata pertumbuhan ekonomi tahun terakhir sebesar 5,55% (yoy).

Hal ini lebih baik dibandingkan rerata perekonomian nasional yang sebesar 5,07% (yoy).

Kinerja positif tersebut ditopang oleh sektor industri pengolahan dengan pangsa 42% (Lapangan Usaha) dan kinerja tingkat konsumsi terutama kontribusi konsumsi rumah tangga sebesar 65%.

Upaya Pemprov Jabar dalam mengakselerasi investasi melalui pembangunan infrastruktur di berbagai sektor, baik terkait transportasi (jalan tol, monorel, bandar udara), energi terbarukan (pengolahan sampah menjadi energi dan pembangkit listrik) maupun urban infrastruktur (kawasan industri, sistem pengolahan air minum, dan pemukiman) terus dilakukan.

Hal ini pada akhirnya menciptakan peluang untuk mendorong sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.

Jokowi Resmikan Pengoperasian Palapa Ring atau Tol Langit, Apa Itu Palapa Ring?

Kondisi iklim investasi yang kondusif turut menjadikan Jawa Barat salah satu daerah tujuan investasi paling menarik di Indonesia.

Berdasarkan Asian Competitiveness Index, katanya, tingkat daya saing Jawa Barat yang meningkat ke posisi 3 pada tahun 2018 dari posisi 5 pada tahun 2017 seiring membaiknya Dinamika Ekonomi Regional, Fleksibilitas Pasar Tenaga Kerja, Kebijakan Pemerintah & Ketahanan Fiskal, dan Daya Tarik Terhadap Investasi Asing.

Namun demikian, ketidakpastian ekonomi global yang semakin meningkat perlu dicermati dan diwaspadai. Terkait itu, upaya untuk mengakselerasi investasi di Jawa Barat semakin penting.

Melalui West Java Incorporated yang diinisasi antara Kantor Perwakilan Bank lndonesia Provinsi Jawa Barat dengan Pemprov Jabar, diharapkan mampu mengoptimalkan komunikasi dengan investor, membuka akses pasar, meningkatkan kinerja, dan daya saing serta menciptakan persepsi positif.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved