BNI Dukung Seminar Lelang Sebagai Instrumen Penegakan Hukum dan Pergerakan Pertumbuhan Ekonomi

BNI mendokong seminar lelang sebagai instrumen penegakan humum dan pergerakan pertumbuhan ekonomi.

BNI Dukung Seminar Lelang Sebagai Instrumen Penegakan Hukum dan Pergerakan Pertumbuhan Ekonomi
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Pemimpin Remedial & Recovery BNI, Onny Setiawan, (kanan) memberikan pelakat kepada Kepala Kanwil DJKN Jawa Barat, Tavianto Noegroho, dalam seminar Lelang Sebagai Instrumen Penegakan Hukum dan Pergerakan Pertumbuhan Ekonomi yang digelar di Auditorium Gedung Keuangan Negara, Jalan Asia Afrika 114, Senin (14/10/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kanwil DJKN Jawa Barat bekerja sama dengan BDK Cimahi melaksanakan seminar lelang dengan tema Lelang Sebagai Instrumen Penegakan Hukum dan Pergerakan Pertumbuhan Ekonomi yang digelar di Auditorium Gedung Keuangan Negara, Jalan Asia Afrika 114, Senin (14/10/2019).

Seminar ini diikuti 150 peserta dari kalangan perbankan, jasa keuangan, balai Ielang, dan pejabat lelang kelas 2.

Kepala Kanwil DJKN Jawa Barat, Tavianto Noegroho yang menjadi narasumber utama mengatakan bahwa saat ini peranan lembaga lelang dalam sistem perundang-undangan tampak masih dianggap penting dan relevan.

Hal ini terbukti dengan difungsikannya lelang untuk mendukung Law Enforcement dalam lingkup Hukum Perdata, Hukum Pidana, Hukum Pajak, Hukum Waris, Hukum Pengelolaan Kekayaan Negara dan beberapa peraturan yang ada di dalamnya.

Tavianto Noegroho menekankan dalam lembaga keuangan, penyaluran kredit memiliki peranan penting yaitu sebagai sumber pendapatan yang diperoleh dari margin atau bunga yang dibayar oleh debitur.

"Pemberian kredit juga pada awalnya bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional dengan mempermudah akses publik terhadap permodalan di samping melalui APBN. Namun, disisi lain kredit-kredit ini tidak Iepas dari kredit bermasalah, yang dapat menimbulkan kerugian bagi pihak lembaga keuangan," tutur Tavianto.

Dalam seminar yang juga didukung penuh BNI, Tavianto mengatakan bahwa kredit bermasalah ini dapat menimbulkan semakin besarnya biaya pencadangan aktiva produktif yang harus disediakan oleh lembaga keuangan dan di sisi lain juga mengurangi potensi laba yang akan diperoleh.

Lebih jauh, kata dia, akan mengurangi modal yang tersedia pada bank tersebut.

"DJKN bermitra dengan lembaga keuangan, dalam hal membantu menurunkan Non Performing Loan (NPL), melalui lelang," katanya.

Dalam era digitalisasi saat ini, Tavianto menegaskan DJKN selalu melakukan inovasi berkelanjutan terhadap Ielang yang dapat dilaksanakan melalui penggunaan media internet (e-auction) yang dapat diakses melalui laman www.lelang.go.id yang dapat diakses baik melalui komputer desktop, laptop maupun gawai.

Hal ini menurutnya sebagai bentuk pengembangan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah dengan mewujudkan pembaharuan lelang serta upaya pelaksanaan marketing atas jasa pelayanan Ielang kepada para pengguna potensial.

"Beberapa keunggulan dari e-auction ini adalah modernisasi Ielang yang memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk mengikuti lelang dengan lebih menghemat waktu dan biaya, membentuk database pelaksanaan lelang, dan menjadikan Ielang sebagai sarana jual beli yang utama dl masyarakt, serta transparan dan akuntabel sekaligus memberikan potensi optimalisasi hasil lelang yang meningkatkan penerimaan negara," ujar Tavianto.

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved