Seni dan Budaya
VIDEO-Seru, Paguyuban '30 Fapet Unpad Gelar Adu Domba Hadiahnya Tiga Ekor Sapi
UNIT Kegiatan Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Unpad), Paguyuban '30 menggelar Seni...
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUNJABAR.ID,SUMEDANG - Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Unpad), Paguyuban '30 menggelar Seni Ketangkasan Domba Garut
2019 di Pamidangan, Kiarapayung, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu (6/10/2019).
Seni ketangkasan dengan menyajikan hiburan adu domba Garut ini, memperebutkan Piala Paguyuban '30 Fapet Unpad dengan hadiah tiga ekor sapi serta 28 alat elektronik.
Pantauan Tribun, kegiatan ini dihadiri ratusan pemilik domba Garut dengan beragam tanduk keras melingkar di kepala. Seni ketangkasan adu domba ini, menyajikan hiburan
yang menarik bagi warga.
Di medan tempur serupa lapang berukuran 10 meter persegi, domba dengan beragam bentuk tanduk saling diadu. Yang paling menarik, saat kedua domba itu mengambil
ancang-ancang beberapa meter kemudian keduanya berlari lalu beradu tanduk hingga terdengar suara keras.
Setiap momen di arena tarung melibatkan dua domba itu, kerap memukau penonton. Apalagi, dua domba yang bertarung tampak gagah, perkasa dan sangar dengan tanduk
melingkar di kepala.
Di arena tarung, tiga juri memantau. Salah satunya Aay (40) asal Garut. Juri ini bertugas untuk menilai sejumlah hal. Misalnya, kesehatan domba, adeg-adeg atau penampilan,
teknik pukulan, teknik bertanding dan keberanian domba yang beradu.
"Poin tertinggi penilaian kesehatan. Nilainya lebih dari 10 Lalu adeg-adeg atai penampilan, teknik pukulan dan teknik bertanding saat beradu," kata Aay.
Bagi masyarakat Jabar, seni ketangkasan adu domba Garut ini sudah jadi bagian dari tradisi budaya masyarakat yang dilaksanakan secara turun temurun. Di arena tarung,
disertai alunan lagu tradisional sehingga membuat suasana jadi meriah.
Gun-gun (35), pemilik domba Garut berusia tiga tahun. Tanduknya keras dengan bentuk melingkar dan khas. Ia juga seorang peternak domba di Tanjungsari, Sumedang.