Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara Jadi Tersangka untuk 2 Kasus Suap

Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dari dua proyek pembangunan.

Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara Jadi Tersangka untuk 2 Kasus Suap
tribunlampung
Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara dan istri berdoa seusai dilantik pada 25 Maret 2019. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dari dua proyek pembangunan.

Pertama, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Agung Ilmu Mangkunegara sebagai penerima suap terkait pembangunan 3 pasar di Dinas Perdangan.

Lalu, KPK juga menjadikan Agung Ilmu Mangkunegara sebagai tersangka penerima suap terkait proyek di Dinas PUPR.

"Setelah melakukan pemeriksaan, dilanjutkan dengan gelar perkara, dalam batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau terkait proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan di Kabupaten Lampung Utara," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (7/10/2019) malam.

Selain Agung Ilmu Mangkunegara, KPK pun menetapkan 3 orang lainnya sebagai tersangka peneremia suap, yakni orang kepercayaan Agung, Raden Syahril; Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara, Syahbuddin; dan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara, Wan Hendri.

Terkait pemberi suap, KPK menetapkan dua pihak swasta masing-masing bernama Chandra Safari dan Hendra Wijaya Saleh.

Heboh Ahok Jadi Dewan Pengawas KPK, Partai Megawati Angkat Bicara, Curiga Sentimen Antirevisi UU KPK

Rangkuman OTT Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, Penangkapan hingga Rumah Disegel

Untuk konstruksi perkara suap di Dinas Perdagangan, kata Basaria Panjaitan, diduga penyerahan uang kepada Agung dilakukan Hendra pada Wan Hendri melalui Raden.

"HWS menyerahkan uang Rp 300 juta kepada WHN, dan kemudian WHN menyerahkan uang Rp240 juta pada RSY. Sejumlah Rp60 juta masih berada di WHN," kata Basaria.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) ini, lanjut Basaria, KPK menemukan barang bukti uang Rp200 juta sudah diserahkan kepada Agung dan kemudian diamankan dari kamar Agung.

Uang tersebut diduga terkait dengan 3 proyek di Dinas Perdagangan, yaitu pembangunan pasar tradisional Desa Comook Sinar Jaya Kecamatan Muara Sungkai senilai Rp1,073 miliar, pembangunan pasar tradisional Desa Karangsari Kecamatan Muara Sungkai senilai Rp1,3 miliar, serta konstruksi fisik pembangunan pasar rakyat tata karya (DAK) senilai Rp 3,6 miliar.

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved