Detik-detik Fanly Tersungkur dan Meninggal saat Dihukum Lari Keliling Lapangan, Ternyata Tak Sendiri

Namun belum selesai hukumannya ia dijalani, Fanly Langihide ambruk dan tak sadarkan diri.

Editor: Ravianto
Kompas.com/ Skivo Marcelino Mandey
Jenazah Fanli disemayamkan di rumah duka di kompleks Perumahan Tamara, Kecamatan Mapanget Barat, Manado, Rabu (2/10/2019) pukul 13.22 Wita 

Namun guru piket yang mengukum Fanly Langihide saat ini tengah dirawat di rumah sakit, sehingga belum dapat diperiksa.

"Untuk pihak sekolah sudah dimintai keterangan," ujar Benny Bawensel.

"Tapi kalau guru piket saat ini belum bisa, karena masih dirawat," tambahnya.

Saat ditanya apakah Fanly Langihide meninggal karena kelelahan, Benny Bawensel enggan menjawab.

Ia menjelaskan dari 20 putaran yang diperintahkan sang guru, Fanly Langihide baru berlari sebanyak empat putaran.

"Kita belum melihat itu, karena dari 20 putaran baru memasuki putaran ke empat," ucap Benny Bawensel.

"Kemudian siswa tersebut jatuh tersungkur," tambahnya.

Pantauan TribunJakarta.com, saat jenazah Fanly Lahingide tiba di rumah duka, keluarga remaja itu menangis histeris.

Keluarga meraung-raung disamping peti jenazah Fanly Lahingide tak dapat menerima kenyataan.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved