Detik-detik Fanly Tersungkur dan Meninggal saat Dihukum Lari Keliling Lapangan, Ternyata Tak Sendiri

Namun belum selesai hukumannya ia dijalani, Fanly Langihide ambruk dan tak sadarkan diri.

Editor: Ravianto
Kompas.com/ Skivo Marcelino Mandey
Jenazah Fanli disemayamkan di rumah duka di kompleks Perumahan Tamara, Kecamatan Mapanget Barat, Manado, Rabu (2/10/2019) pukul 13.22 Wita 

Benny Bawensel mengatakan Fanly Langihide tak cuma dihukum lari 20 putaran oleh sang guru.

Hal tersebut dipaparkan oleh Benny Bawensel saat menjadi narasumber di Sapa Indonesia, Kompas TV, pada Rabu (2/10/2019).

Mulanya Benny Bawensel membeberkan terkait perkembangan kasus tersebut.

Ia mengaku pihal kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari olah TKP terungkap Fanly Langihide dan tujuh siswa yang turut dihukum guru hanya menempuh jarak sekitar 68 meter saja.

"Dan kami melihat jarak yang ditempuh para siswa itu cuma 68 meter," ucap Benny Bawensel.

Benny Bawensel menjelaskan saat ini pihaknya telah memeriksa tujuh orang siswa yang ikut dihukum bersama Fanly Langihide sebagai saksi.

Sementara jenazah Fanly Langihide kini tengah di visum di Rumah Sakit Bhayangkara.

"Kemudian ada tujuh orang saksi yang sedang kita lakukan pemeriksaan," kata Benny Bawensel.

"Dan untuk korban telah kita lakukan visum di Rumah Sakit Bayangkara,"

"Namun untuk hasil autopsi kita masih menunggu dalam beberapa hari ke depan," tambahnya.

Benny Bawensel kemudian membeberkan kronologi tewasnya Fanly Langihide.

Ia mengatakan sebelum disuruh berlari 20 putaran, Fanly Langihide dan ketujuh siswa lainnya dihukum untuk berdiri di bawah terik matahari selama 15 menit.

"Jadi keterangan para saksi, bahwa ada tujuh orang siswa yang pada saat itu masuk terlambat," ujar Benny Bawensel.

"Kemudian oleh guru piket diberikan hukuman dijemur di bawah terik matahari kurang lebih 15 menit,"

"Kemudian dilanjutkan lari keliling lapangan sebanyak 20 keliling," tambahnya.

Kapolresta Manado itu menjelaskan pihak sekolah sudah dimintai keterangan.

Kapolresta Manado Kombes Benny Bawensel, mengungkapkan fakta lain dibalik kemantiam remaja  di Manado.
Kapolresta Manado Kombes Benny Bawensel, mengungkapkan fakta lain dibalik kemantiam remaja di Manado. (Kompas TV)
Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved