Belasan Pelajar di Majalengka Diamankan Kepolisian saat Akan Ikut Unjuk Rasa, Bupati Bilang Begini

Bupati Majalengka, Karna Sobahi menanggapi terkait belasan pelajar yang diamankan untuk aksi unjuk rasa, Selasa (1/10/2019).

Belasan Pelajar di Majalengka Diamankan Kepolisian saat Akan Ikut Unjuk Rasa, Bupati Bilang Begini
Tribun Jabar/Eki Yulianto
Bupati Majalengka, Karna Sobahi menanggapi terkait belasan pelajar yang diamankan untuk aksi unjuk rasa, Selasa (1/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Bupati Majalengka, Karna Sobahi menanggapi terkait belasan pelajar yang diamankan untuk aksi unjuk rasa, Selasa (1/10/2019).

Diketahui, para pelajar dari berbagai sekolah swasta di Kabupaten Majalengka diamankan pihak kepolisian karena diduga ingin mengikuti aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Majalengka.

Setidaknya 17 pelajar dari berbagai sekolah berhasil digiring petugas kepolisian Majalengka untuk dibawa ke kantor.

Para pelajar tersebut tampak menunduk saat diamankan tidak jauh dari lokasi aksi mahasiswa di gedung DPRD Kabupaten Majalengka.

Belasan Pelajar Berbaju Putih Abu Itu Menunduk, Usai Gagal Ikut Demo dan Digiring Polisi Majalengka

Belasan pelajar tampak menunduk usai diamankan kepolisian Majalengka akibat akan turut berunjuk rasa, Senin (30/9/2019).
Belasan pelajar tampak menunduk usai diamankan kepolisian Majalengka akibat akan turut berunjuk rasa, Senin (30/9/2019). (Tribun Jabar/Eki Yulianto)

Karna Sobahi mengaku, pemerintah daerah sebenarnya sudah bertemu dengan para Kepala Sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan di Kabupaten Majalengka untuk mencegah para siswanya agar tak bolos sekolah.

Pemda juga, kata dia, sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan unsur Forkopimda, DPRD, Organisasi Masyarakat, dan termasuk para perwakilan peserta aksi unjuk rasa.

"Saya baru tahu ada anak SMK ikut terlibat dalam demo tersebut, karena kita sudah sepakat kepada para Kepala SMK pada hari Senin kemarin, semua guru menjaga sekolahnya masing-maisng," ujar Karna Sobahi saat ditemui, Selasa (1/10/2019).

Bupati Majalengka juga menyampaikan, pihaknya juga sudah bekerja sama dengan para Kapolsek dan dari Polres Majalengka untuk menjadi pembina upacara pada ucapara yang setiap hari Senin diselenggarakan di sekolah-sekolah.

Selanjutnya, disampaikan dia, para pihak kepolisian juga melakukan pembinaan-pembinaan terhadap para siswa khususnya siswa STM (SMK).

"Saya akan minta pertanggungjawaban kepada Kepala Sekolah yang anak didiknya itu ditangkap karena kita sudah sepakat bahwa hari Senin (hari dimana unjuk rasa berlangsung) masing-masing Kepala Sekolah bertanggung jawab agar anaknya tidak ikut demo," ucap dia.

Karna menambahkan dan berpesan, bahwa seharusnya para siswa tersebut tetap berada di sekolah dan belajar, bukan justru ikut aksi dalam unjuk rasa tersebut.

"Saya belum mengarah ke sana (melakukan sanksi) kepada pihak sekolah, karena kita belum tahu sekolah mana yang anaknya terlibat dalam unjuk rasa tersebut," kata Bupati Majalengka.

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved