Belasan Pelajar Berbaju Putih Abu Itu Menunduk, Usai Gagal Ikut Demo dan Digiring Polisi Majalengka

Para pelajar tersebut tampak menunduk saat diamankan tidak jauh dari lokasi aksi mahasiswa di gedung DPRD Kabupaten Majalengka.

Belasan Pelajar Berbaju Putih Abu Itu Menunduk, Usai Gagal Ikut Demo dan Digiring Polisi Majalengka
Tribun Jabar/Eki Yulianto
Belasan pelajar tampak menunduk usai diamankan kepolisian Majalengka akibat akan turut berunjuk rasa, Senin (30/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR, MAJALENGKA - Polisi Resort (Polres) Majalengka berhasil mengamankan belasan pelajar yang ingin mengikuti aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Majalengka, Senin (30/9/2019).

Setidaknya 17 pelajar dari berbagai sekolah berhasil digiring petugas kepolisian Majalengka untuk dibawa ke kantor.

Para pelajar tersebut tampak menunduk saat diamankan tidak jauh dari lokasi aksi mahasiswa di gedung DPRD Kabupaten Majalengka.

Data dari pihak kepolisian, para pelajar yang berhasil diamankan sebagian besar dari STM (SMK).

Ribuan Mahasiswa Desak DPRD Majalengka Sampaikan Penolakan RUU KUHP ke DPR

Anggota Dewan di Majalengka Diabsen Satu-satu oleh Mahasiswa, lalu Diajak Berjemur di Lapangan

Aliansi Mahasiswa Majalengka Turun ke Jalan, Polres Terjunkan 445 Personel untuk Jaga Aksi

Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono saat ditemui pascaunjuk rasa mengatakan, penghalauan dilakukan sebagai tindak lanjut dari komitmen yang sudah dibuat antara Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah dan guru terkait isu tersebut.

Dalam komitmen itu, kata dia, mereka sepakat bahwa para pelajar harus tetap fokus pelajar sekaligus tidak perlu ikut dalam aksi.

"Tadi semuanya diabsen, kemudian ada beberapa yang akan mengikuti unjuk rasa dan kita lakukan suatu upaya penyekatan. Kemudian kami panggil gurunya untuk menjemput anak tersebut," ujar AKBP Mariyono, Senin (30/9/2019).

Sementara, menurut Wakil Kepala Sekolah bagian Kesiswaan salah satu SMK swasta di Majalengka, M Surahman mengatakan, ada sekitar 5 siswa yang bersekolah di tempatnya mendidik diamankan oleh petugas.

Dijelaskan dia, padahal beberapa sebelum kejadian tersebut, pihak sekolah sudah mengingatkan agar para siswa tetap berada di sekolah saat ada aksi unjuk rasa tersebut.

"Kabar sudah beredar sejak Rabu pekan lalu. Kami sudah mengingatkan tentang itu. Ada lima siswa kami yang ikut, dan kelimanya berdasarkan absensi memang tidak masuk," ucap M Surahman.

"Jelas ada sanksi, kami akan panggil orangtua yang bersangkutan," kata dia.

Sementara, salah satu siswa yang berhasil diamankan mengaku, ingin ikut aksi tersebut setelah mendapatkan info dari telepon selulernya melalui grup.

Ia menyampaikan, bahwa selain memang ikut-ikutan, ia juga mengetahui tuntutan yang dipadukan, yakni seputar keadilan.

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved