Sabtu, 25 April 2026

Atlet E-Sport Makin Banyak, Ini 3 Hal Menarik dari Perkembangan E-Sport di Bandung

Berkembangnya teknologi membuat dunia e-sport semakin banyak dilirik oleh berbagai kalangan.Potensi e-sport di Indonesia yang sebelumnya dipandang seb

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar/Putri Puspita
Peserta First Warior yang sedang lomba bermain game Free Fire menggunakan smartphone 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Berkembangnya teknologi membuat dunia e-sport semakin banyak dilirik oleh berbagai kalangan.

Potensi e-sport di Indonesia yang sebelumnya dipandang sebelah mata, saat ini justru menjadi hal yang menjanjikan untuk dikembangkan.

Berbagai kompetisi besar pun seringkali diadakan di Bandung setiap minggunya dengan berbagai hadiah menarik.

Saat ini dunia e-sport tidak hanya terpaku hanya gim komputer saja, tetapi banyak gim smartphone yang diminati para gamers.

Benny Bachtiar Menangkan Gugatan di PTUN, Wali Kota Bandung Oded Hormati Putusan Tapi akan Banding

Baru-baru ini, First Media menggelar kompetisi e-sport First Warrior yang digelar di Istana Plaza, Minggu (29/9/2019).

Sebanyak 48 finalis hasil seleksi di enam kota itu, yaitu Jakarta, Medan, Batam, Surabaya, Semarang, dan Bandung, akan menjalani karantina untuk dibekali materi dari para ahli dan mentor.

Nantinya mereka akan dilatih untuk menjadi tim profesional yang akan bertanding dalam grand final di Jakarta.

Presiden Direktur & CEO First Media, Marlo Budiman, mengatakan, saat ini mobile gaming saat ini mendominasi pengguna smartphone dan tablet.

Dikutip dari data dari Newzoo's 2019 Global Games Market Report, Marlo mengatakan bahwa 2022 revenue dari permainan mobile akan berkisar sampai 95,4 Dolar Amerika.

Laga Perdana Liga 1 Putri, Persib Bandung Putri Berhadapan dengan PSS Sleman Putri

Berikut ini adalah lima hal menarik tentang perkembangan e-sport :

1. Bandung Kota Kreatif

Sebagai sebuah kota kreatif yang dinamis dan inovatif, Bandung menghadirkan talenta-talenta muda yang terus mengharumkan nama Kota Bandung.

Bukan hanya dalam sektor kuliner, wisata, olahraga, serta teknologi yang selama ini menonjol di Indonesia,
Bandung juga dikenal dalam dunia e-sport.

Business Unit Head wilayah Jawa Barat First Media, Donny Armando Razalie, mengatakan bahwa ia melihat potensi yang begitu besar dari e-sport.

"Nantinya tim terpilih akan bertanding pada grand final di Jakarta dan memperebutkan total hadiah senilai Rp 1,3 miliar dan satu unit mobil Renault untuk MVP (Most Valuable Player)," ujar Donny Armando Razalie, Business Unit Head wilayah Jawa Barat First Media.

Grup WhatsApp Pelajar STM, Isinya Bahas Bayaran, Ada Oknum Polisi, Empat Orang Jadi Tersangka

2. Pendapatan Meningkat Karena Hadir Paket Game

Presiden Direktur & CEO PT Link Net Tbk, Marlo Budiman, mengatakan First Media mendukung ekosistem e-sport yang sekarang kehadirannya sangat diterima masyarakat ini.

Berbagai inisiatif yang guna mendukungnya diantaranya adalah menghadirkan produk bagi pecinta games, seperti paket game Xpert.

Newzoo's 2019 Global Market Report menunjukan bahwa industri e-sport akan terus bertumbuh dan mobile gaming (smartphone dan tablet) akan kembali menjadi segmen paling besar pada tahun ini.

"Pendapatan yang sudah diraih sampai dengan pertengahan tahun 2019 mencapai 68,5 miliar US dolar dengan persentase 45 persen dari pasar global games, serta 80 persen atau 54,9 miliar US dolar berasal dari smartphone games," ujarnya.

Kelelahan Setelah Dihukum Lari Keliling Lapangan, Siswa SMP di Manado Meninggal

3. Prediksi mobile gaming

Pada 2022, Newzoo memprediksi mobile gaming akan menghasilkan revenue sebesar 95,4 miliar US dolar.

Mobile gaming saat ini sedang mendominasi di dunia dan Free Fire menjadi yang paling populer.

"Oleh karena itu kami bermitra dengan Garena untuk Free Fire di season pertama ini. Kami harapkan melalui ajang ini akan melahirkan talenta-talenta muda berbakat yang siap meramaikan dunia e-sport Indonesia," ujar Marlo.

Sementara itu menurut survei APJII yang diluncurkan Maret 2019 menyebutkan, kontribusi pengguna internet di Pulau Jawa menyumbang 55 % pengguna internet di seluruh Indonesia.

Jawa Barat menjadi pulau yang paling banyak berkontribusi dengan 16,6 % lal diikuti Jawa Tengah 14,3%, Jawa Timur 13,5 %, Banten dan DKI Jakarta 4,7 % dan Yogyakarta 1,5 %.

"Jabar menempati posisi pertama dalam jumlah milenial yaitu sebanyak 16,9 juta penduduk berdasarkan data BPS 2018. Melihat potensi ini dan juga penetrasi internet di Jabar yang cukup tinggi yakni mencapai 41 %," ujarnya.

Baru Dilantik Jadi Anggota DPR RI, Krisdayanti Janji Perjuangkan RUU PKS

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved