Atasi Masalah Limbah, Pemkab Bandung akan Bangun IPAL Terpadu di 4 Titik Kawasan Industri

Untuk mewujudkan itu, PT CBS menandatangani kerjasama pembangunan IPAL Terpadu dengan Adhi Karya di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, Selasa (1/10/

Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
PT CBS menandatangani kerjasama pembangunan IPAL Terpadu dengan Adhi Karya di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, Selasa (1/10/2019). 

Laporan Wartwan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Mengatasi permasalahan limbah Pemkab Bandung melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Kabupaten Bandung, PT Cita Bangun Selaras (CBS) akan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpadu di empat titik.

Untuk mewujudkan itu, PT CBS menandatangani kerjasama pembangunan IPAL Terpadu dengan Adhi Karya di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, Selasa (1/10/2019).

Direktur Utama PT CBS Aditya Yudhistira menuturkan bahwa MoU ini dilakukan berdasarkan feasibility study (FS) sehingga masih bersifat umum.

Setelah ini, pihaknya akan menggelar Forum Discustion Group (FGD) dengan beberapa stakeholder untuk menyerap data dan informasi yang akan dituangkan dalam perjanjian kerjasama (PKS).

"Hasil dari studi sementara itu 5 (IPAL) yang akan dibangun. Pertama kita revitalisasi atau bangun baru (IPAL) Cisirung, kedua di Majalaya, ketiga di Majalaya lagi karena sebaran (pabrik yang luas) dan ke empat di Rancaekek," katanya di Soreang tadi sore.

Brigadir Harya Wiguna, Polisi Baik Hati, Tak Gelap Mata Meski Temukan Tas Berisi Puluhan Juta Rupiah

Namun pihaknya mengaku belum bisa menentukan nilai investasi karena masih menunggu feasibility study yang lebih konprehensif dari pihak Adhi Karya.

Sementara PT CBS akan berkonsentrasi pada pengadaan tanah di empat lokasi tersebut.

"Kebutuhan lahan per IPAL Terpadu satu titik itu sekitar 2-3 hektar tidak terlalu besar. Berdasarkan draft shcedule yang kami buat pembangunan IPAL Terpadu ini ditargetkan beroperasi di Desember 2020," katanya.

Menurutnya pembangunan IPAL Terpadu ini sangat penting mengingat Kabupaten Bandung selama ini disebut-sebut sebagai penyumbang limbah industri terbesar pada Sungai Citarum.

Selain itu, dibangunnya IPAL Terpadu ini sebagai bentuk pengawasan terhadap perusahaan industri. Agar limbah yang dibuang lebih terkontrol dan sesuai dengan baku mutu.

"Sebagai BUMD kami tidak hanya memikirkan soal profit bisnis saja, tapi kami juga harus memikirkan kebermanfaatan untuk masyarakat luas juga," ujarnya.

Pabrik Konveksi Bordir di Kota Tasikmalaya Hangus Kebakaran, Api Diduga Berasal dari Mesin Bordir

Robert Optimis Persib Bandung Bisa Masuk 5 Besar di Akhir Klasemen Liga 1 2019, Ini Syaratnya

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved