Selasa, 21 April 2026

Rela Jadi Pedagang Asongan, Nadya Memilih Bisnis Susu Kemasan

Susu kemasan menjadi bidang yang pertama Nadya garap untuk mewujudkan cita‑citanya memiliki bisnis mandiri, atau ber- wirausaha.

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa
Nadya Hersa Ursulla Permana 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID - KERJA keras tidak akan mengkhianati hasil memang betul-betul terbukti.

Berkat upaya yang tak pernah kunjung padam dan kerja keras tanpa kenal lelah, Nadya Hersa Ursulla Permana mampu mewujudkan cita‑citanya menjadi seorang pengusaha makanan dengan merek dagang sendiri.

Susu kemasan menjadi bidang yang pertama dia garap untuk mewujudkan cita‑citanya memiliki bisnis mandiri, atau ber- wirausaha.

Dara kelahiran 1996 ini mengaku memilih bisnis susu kemasan karena terdorong kegemarannya mengonsumsi susu.

"Ya karena aku suka sekali minum susu karena banyak manfaatnya bagi tubuh dan kesehatan," ujar Nadya ditemui di kantornya di kawasan Jalan Peta, Kota Bandung, belum lama ini.

Nadya Hersa Ursulla Permana
Nadya Hersa Ursulla Permana (Istimewa)

Dari keinginan itulah, singkatnya pada 2016, Nadya bersama dua rekannya, Toga Christovel dan Siti Hani Kusmiati mulai "bergerilya" memasarkan produk susu sendiri dengan brand Klinik Susu, yaitu susu murni yang dijual secara kemasan.

Awal perjuangan memasarkan produk ini mulai terjadi di sini. Nadya harus rela angkut‑angkut produk yang begitu berat dari satu tempat ke tempat lain.

Bahkan, demi memasarkan produknya agar bisa lebih masif dikenal masyarakat, Nadya rela harus menjadi pedagang asongan dengan menawarkan langsung produk susunya ke konsumen, baik di car free day maupun di tempat‑tempat lainnya.

"Hal ini sempat mendapatkan pertentangan dari keluarga karena mungkin mereka terlalu sayang melihat saya harus kerja keras seperti itu," ucapnya.

Namun, justru berawal dari marketing seperti itulah secara perlahan nama Klinik Susu kian dikenal.

Seiring waktu berjalan dan daya jelajah penjualan semakin meningkat, Klinik Susu ini berubah menjadi KS Group, yaitu sebuah wadah berbentuk perusahaan dengan pengelolaan yang lebih profesional.

KS Group pun terus meningkat dan menjelma menjadi sebuah perusahaan yang cukup besar yang mampu menyedot karyawan sekitar 100 orang.

Tak hanya itu, daya jelajah pasar pun meningkat hingga mampu menembus luar Jabar hingga ke Bali.

Kini, anak pertama dari dua bersaudara pasangan Herry Permana dan Sandra sukses menjalani bisnis di KS Group sebagai CEO.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved