Ada yang Tertinggal di Rumah Abdul Basith, Dosen IPB yang Ditangkap Polisi Terkait Rencana Rusuh 212

Kediaman dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) berinisial AB yang diciduk polisi terkait rencana kerusuhan saat aksi Mujahid 212 sunyi senyap.

Ada yang Tertinggal di Rumah Abdul Basith, Dosen IPB yang Ditangkap Polisi Terkait Rencana Rusuh 212
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Rumah seorang dosen di kawasan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor disegel polisi, Minggu (29/9/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kediaman dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) berinisial AB yang diciduk polisi terkait rencana kerusuhan saat aksi Mujahid 212 sunyi senyap.

Rumah AB yang beralamat di Kawasan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat tidak berpenghuni.

Pantauan Tribun, rumah bercat tembok biru telur asin tersebut kini dikelilingi garis polisi.

Di bagian garasi masih terparkir satu unit mobil sedan silver, satu unit motor roda dua dan sebuah sepeda.

Selain itu, di dalam ruangan rumah bagian dekat jendela juga terlihat dari luar sebuah powerbank yang ditinggalkan masih tersambung dengan colokan listrik.

Sembari diawasi, Tribun yang memantau rumah itu hanya diperkenankan melihat kondisi dengan waktu terbatas.  

Salah satu petugas keamanan perumahan, Jaenudin mengatakan bahwa penghuni rumah itu dikenal merupakan seorang dosen di IPB.

"Iya, yang saya tahu beliau emang dosen. Tinggal sama istrinya. Sekarang kosong," kata Jaenudin.

Ia mengaku tidak mengetahui pasti kapan rumah itu diberi garis polisi.

Dia mengaku bahwa kondisi rumah itu sudah terpasang garis polisi pada Sabtu (28/9/2019) malam. 

"Saya udah enggak lihat beliau itu sudah sekitar tiga hari yang lalu," katanya.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengaku terkejut mendengar kabar penangkapan seorang dosen oleh pihak kepolisian terkait pembuatan bom molotov dan rencana kerusuhan saat aksi Mujahid 212.

"Saya terkejut sekali dengan berita tersebut," kata Arif.

Arif mengaku, segera akan mendatangi Polda Metro Jaya untuk melihat dosen IPB yang ditangkap di Tangerang. "Malam ini saya menjenguk beliau di Polda Metro Jaya dan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya," ujar Arif.

Arif juga menegaskan penangkapan dosen AB tidak terkait dengan kebijakan kampus atau pekerjaannya sebagai dosen IPB. "Perlu kami sampaikan bahwa dugaan aktivitas yang dilakukan adalah tidak ada kaitannya dengan tugas yang bersangkutan sebagai dosen IPB dan menjadi tanggung jawab penuh yang bersangkutan sebagai pribadi," kata Arif.

Dosen IPB ini juga disebut menyimpan bom tersebut di rumahnya di Pakuan Regency Linggabuana, Margajaya, Bogor Barat. Disebutkan juga, ia ditangkap pada saat keluar dari rumah SS di Perum Taman Royal 2, Kota Tangerang.

Barang bukti yang disita petugas salah satunya bom molotov siap pakai untuk aksi Mujahid 212 berjumlah 29 buah.

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved