Emil Dorong Pemerintah Daerah Manfaatkan Produk bjb INDAH Sebagai Program Strategis Membangun Jabar

Produk bjb INDAH adalah produk strategis yang memberikan keuntungan yang bisa dimanfaatkan pemkot pemkab untuk membangun masing-masing daerah.

Emil Dorong Pemerintah Daerah Manfaatkan Produk bjb INDAH Sebagai Program Strategis Membangun Jabar
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi, memberikan pemaparan dalam sosialisasi bjb INDAH di acara Forum Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Kopdar) yang dihadiri 27 kepala daerah kota kabupaten seluruh Jabar di Pangandaran, Kamis (26/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah Gubernur Ridwan Kamil mengemban misi mempercepat pertumbuhan dan pemerataan pembangunan berbasis lingkungan dan tata ruang yang berkelanjutan.

Dalam rangka hal ini, Emil mengajak 27 kepala daerah kota kabupaten seluruh Jabar untuk memanfaatkan salah satu produk unggulan bank bjb, yaitu bjb INDAH (Infrastruktur Daerah).

"Kita punya bank, yaitu bjb, bapak-bapak ini pemilik saham, kita harus manfaatkan produk ini. Namanya juga bank pembangunan, berarti untuk membangun (daerah)," kata Emil di acara Forum Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Kopdar) yang dihadiri kepala daerah 27 kota kabupaten seluruh Jabar di Pangandaran, Kamis (26/9/2019).

bjb INDAH Sinergi Strategis bank bjb dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat

bank bjb Perkuat Sinergi dengan Nasabah Institusi

Produk bjb INDAH adalah produk strategis yang memberikan keuntungan yang bisa dimanfaatkan pemkot pemkab untuk membangun masing-masing daerah.

Bukan saja dari segi suku bunga yang disesuaikan dan cenderung menurun, namun juga memberikan defiden bagi pemerintah daerah sebagai pemegang saham bank bjb.

"Keuntungan dari produk ini nantinya akan kembali dinikmati oleh kota kabupaten sebagai pemilik saham bank bjb," katanya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi, didampingi Direktur Konsumer dan Ritel, Suartini, serta Direktur Keuangan & Manajen Risiko, Nia Kania, menjelaskan bahwa untuk mendukung misi Pemerintah Provinsi Jawa barat, bank bjb mempunyai strategi jitu dalam menghadapi tantangan dan kompetisi di dunia perbankan, salah satunya melalui program bjb INDAH.

"Sejak awal berdiri, bank bjb telah berperan aktif dalam penyaluran kredit infrastruktur. Berbekal pengalaman serta dukungan sistem dan SDM yang handal, bank bjb sangat siap bertindak sebagai lead maupun arranger dalam pembiayaan untuk kegiatan pembiayaan infrastruktur. Hal ini sesuai dengan misi bank bjb untuk berperan aktif mendukung percepatan program pembangunan pemda dengan fasilitas kredit bagi pemda maupun swasta," kata Yuddy.

Menurut Yuddy, bjb INDAH ditujukan untuk mendanai kegiatan proyek-proyek infrastruktur serta pengadaan barang dan jasa Pemerintah Daerah Jawa Barat yang dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat Jabar.

Penyaluran kredit infrastruktur segmen Komersial dilakukan dalam bentuk kredit modal kerja yang digunakan untuk mendukung proyek-proyek daerah beberapa proyek yang telah dilakukan yaitu di antaranya proyek Jalan Lingkar Majalaya, Proyek Lanjutan Overpass Tegal Gede, Proyek Penataan Alun-alun Kejaksaan Kota Cirebon, Proyek PLTM Cikaengan, Pembangunan Pasar Rakyat Awipari Kota Tasikmalaya, Proyek Jaringan Irigasi (Lanjutan) Kabupaten Indramayu, serta Pembangunan Jalan Lingkar Dramaga Seksi I (STA.0+950).

Dari Segmen Korporasi, penyaluran kredit dilaksanakan dengan pola sindikasi maupun bilateral untuk mendukung proyek-proyek strategis nasional. Proyek-proyek yang telah dilaksanakan di antaranya Peningkatan Jalan Ruas Jalan Simpangloji-Cibutun-Balewer Puncak Darma Paket 1 & 2 (Geopark Ciletuh), Pinjaman Daerah Untuk Pemkab Ciamis, Pinjaman Daerah untuk Pemkab Kuningan, Tol CIPALI Akses Menuju Bandara Kertajati, Proyek Jalan Tol Elevated Jakarta-Cikampek, dan Proyek Tol Kanci Pejagan.

Yuddy menyebutkan bahwa target market bjb INDAH ditujukan untuk pemda dan badan usaha yang memenuhi ketentuan persyaratan.

bjb INDAH kepada Pemda terbagi menjadi tiga klasifikasi berdasarkan jangka waktu yaitu jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

"Pinjaman jangka panjang digunakan untuk tujuan menghasilkan penerimaan bagi APBD, menghasilkan penerimaan tidak langsung berupa penghematan belanja APBD serta manfaat ekonomi dan sosial," ujarnya. (*)

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved