Garuda Indonesia Ajukan Penerbangan Umrah dari Bandara Kertajati pada Oktober
Garuda Indonesia dan Citilink sedang mengajukan izin penerbangan umrah dari Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka ke Tanah Suci.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Garuda Indonesia dan Citilink memang menghentikan sementara operasi penerbangannya di Bandara Internasional Jawa Barat atau BIJB Kertajati.
Ternyata, perusahaan pelat merah itu tengah mengajukan izin penerbangan umrah dari Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka ke Tanah Suci.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Hery Antasari, mengatakan Garuda Indonesia tengah mengajukan izin penerbangan rute Kertajati-Madinah untuk siap digunakan sebagai penerbangan umrah pada Oktober 2019.
"Garuda sedang mengajukan izin terbang umrah kepada Kementerian Perhubungan RI. Pesawat yang digunakan Boeing 747," kata Hery saat ditemui di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Rabu (18/9/2019).
Hery mengatakan pesawat tersebut diajukan izinnya untuk penerbangan umrah seminggu dua kali, Rabu dan Sabtu. Penerbangannya secara langsung atau direct ke Tanah Suci.
"Kami optimistis ini akan berjalan baik, dimulai Oktober, tinggal menunggu izin kementerian. Ini untuk winter season yang dimulai 26 Oktober sampai Desember," katanya.
• Guru Besar ITB : Bandara Kertajati Oke tapi Tol Cisumdawu Belum Rampung, Ini yang Bikin Bandara Sepi
• Kini Tinggal Lion Air dan Air Asia yang Beroperasi di Bandara Kertajati, Tinggal 9 Rute Penerbangan
Penerbangan tersebut, katanya, komitmen Garuda Indonesia untuk melayani penerbangan umrah di Kertajati. Pihaknya sudah mengonfirmasi hal tersebut Agustus lalu dan Kementerian Perhubungan pun menyatakan masih memprosesnya.
Hery mengatakan pihaknya dibantu oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar yang sudah mengumpulkan sekitar 50 travel atau agensi keberangkatan umrah untuk memulai penerbangannya di Bandara Kertajati.
Terlebih, terdapat berbagai fasilitas khusus jamaah umrah di Bandara Kertajati, seperti lounge khusus jamaah umrah dan musala.
Hery mengatakan pihak Bandara Kertajati pun tengah menjajaki rute penerbangan internasional lainnya, diawali dengan rute Kuala Lumpur dan Singapura.
"Hanya saja untuk Singapura dan Kuala Lumpur ini sedikit tricky karena penerbangannya ada juga di Bandara Husein Sastranegara Bandung," katanya.
Selain meraup pasar penumpang pesawat dari Jawa Barat, khususnya Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan, bandara ini juga menjangkau pasar Jawa Tengah bagian barat seperti Tegal dan Brebes.
Selain umrah, sebanyak enam penerbangan domestik baru segera hadir di Bandara Kertajati pada Oktober 2019.
• Pengusulan Nama BJ Habibie untuk Bandara Kertajati, Ridwan Kamil akan Bicarakan dengan DPRD
• Ratusan Orang Teken Petisi Online, Minta Bandara Kertajati Ganti Nama Jadi Bandara BJ Habibie
Penambahan penerbangan ini untuk menyambut winter season atau lonjakan penumpang yang biasa terjadi pada masa libur akhir tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/garuda-indonesia_20170810_130440.jpg)