Minggu, 26 April 2026

BJ Habibie Tutup Usia

HEADLINE - Di Bandung Akan Ada Gedung Habibie, Gagasan Gubernur Jabar

Seusai pemakaman, warga berbondong-bondong menyambangi makam Habibie. Warga terus berdatangan untuk mendoakan almarhum.

Editor: Machmud Mubarok
dok pribadi
BJ Habibie 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG -  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sedang memikirkan untuk mengabadikan nama presiden ketiga RI, BJ Habibie, dalam sebuah bangunan di Jawa Barat. Emil memberikan alasan bahwa niatnya itu sebagai penghormatan atas jasa-jasa Habibie kepada Indonesia.

“Nanti kita cari sesuatu yang relevan dengan beliau. Beliau itu, kan, identik dengan inovasi, kecerdasan. Mungkin gedung-gedung creative center. Daripada namanya hanya creative center, kita namai sesuatu, atau gedung inovasi, apalah yang sifatnya monumental kita carikan," kata Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil.

Emil mengatakan, penamaan gedung tersebut diyakini akan disetujui berbagai pihak karena siapa pun merasa kehilangan sosok BJ Habibie. "Saya kira penghormatan itu akan disetujui karena semua sangat kehilangan Pak Habibie yang dikenal sebagai manusia langka karena sangat jenius," katanya.

Menurut Emil, ia sering berdiskusi dengan Habibie di rumahnya, meminta berbagai nasihat. Emil juga mengaku sering berkomunikasi dengan putra-putra Habibie. "Berkomunikasi dengan Pak Ilham sering, Pak Thareq juga, beberapa kali datang. Keluarganya juga akrab. Pak Habibie, kan, dulu SMA-nya di Bandung, di SMAK Dago," katanya.

Warga menyemut

Kamis (12/9) siang, jenazah Habibie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Mobil jenazah beserta iring-iringan berangkat dari rumah duka di Patra Kuningan XIII selepas Zuhur dikawal ketat Paspampres.

Berdasarkan pantauan Tribun, sejak mobil jenazah keluar dari rumah duka, warga sudah menyemut di pinggir Jalan Patra Kuningan dan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Jejeran warga itu tidak terputus hingga masuk ke areal TMP Kalibata.

Warga tunggu iringan mobil jenasah BJ Habibie di TMP Kalibata.
Warga tunggu iringan mobil jenasah BJ Habibie di TMP Kalibata. (TRIBUNNEWS.COM/THERESIA)

Sebagian besar dari mereka bersikap hormat saat iring-iringan mobil jenazah melintas. Ada juga yang sibuk dengan smartphone-nya mengambil video. Bahkan ada pengendara yang memberhentikan kendaraannya di tengah jalan.

"Saya ingin memberi penghormatan terakhir," ujar Rizki, salah satu pengendara ojek online di sekitar kawasan Jalan Raya Pasar Minggu, kemarin.

Warga juga dapat menyaksikan langsung detik-detik pemakaman Bapak Teknologi RI itu. Pengamanan di area pemakaman itu tidak ketat sehingga mempermudah warga menuju lokasi.

Untuk dapat menuju ke area pemakaman, mereka terlebih dahulu melalui pintu sinar-X. Petugas keamanan melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan.

Adelle (49), warga negara Australia, terlihat duduk di depan TMP Kalibata. Dia mengaku hadir di TMP Kalibata karena ingin menyaksikan prosesi pemakaman Habibie.

"Saya datang ke sini menghormati Pak Habibie," kata dia saat ditemui di lokasi. Adelle adalah mahasiswa Deakin University jurusan Sosial Sains. Dia salah satu pengagum Habibie.

Dia menilai karya Habibie sudah mendunia. "Saya tahu karyanya (Habibie, Red). Dia sangat bagus, pintar. Saya mengagumi beliau, dia pinter dan humble," ujarnya

Melihat sepak terjang Habibie, dia mengaku terinspirasi. "Saya belajar tentang kepresidenan. Kenal Habibie dari mempelajari," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved