Jabar Targetkan Sampai Akhir 2019, Sebanyak 200 Nelayan Sudah Bersertifikat internasional
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan 200 orang nelayan mengantongi sertifikat Basic Safety Training
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Adapun jumlah nelayan di Jabar sebanyak 123.041 orang, terdiri dari nelayan penuh 81.720 orang, nelayan sambilan utama 38.577 orang, dan nelayan sambilan tambahan 7.744.
Mereka tersebar di Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, Kota Cirebon, Cirebon, Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, Ciamis, Kuningan, Majalengka, Kota Banjar, Kota Tasikmalaya, Kota Sukabumi, Sumedang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Purwakarta, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bogor.
• Menantu Presiden Jokowi Bobby Nasution Main Politik, Ambil Formulir Balon Wali Kota Medan dari PDIP
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jabar pun tengah melakukan penerapan teknologi Fish Finder di sektor perikanan yang membuat hasil tangkapan nelayan meningkat sampai 10 kali lipat. Dengan Fish Finder, nelayan dapat mengetahui keberadaan ikan, topografi bawah laut, dan kedalaman laut.
Fish Finder terdiri dari display berupa monitor dan tranducher. Tranducher sendiri berfungi untuk memindai keberadaan ikan di laut. Nantinya, gerak laju ikan di bawah laut dapat dilihat di monitor. Hal tersebut membantu nelayan dalam menentukan titik pencarian ikan.
Dengan demikian, di Jawa Barat telah menerapkan teknologi 4.0 untuk nelayan. Yaitu melengkapi nelayan dengan sebuah alat bernama Fish Finder. Nelayan tidak usah pakai insting lagi untuk menangkap ikan.
Selain memindai keberadaan ikan di laut, alat tersebut dapat memprediksi cuaca, dan berkomunikasi via chat room.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/nelayan-santolo.jpg)