Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Warga Cimahi Cium Bau Belerang, Warga Lembang Tidak

Bau belerang akibat erupsi Gunung Tangkuban Parahu akhir-akhir ini sempat menghebohkan warga karena baunya sempat tercium hingga daerah Kota Cimahi da

Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Warga Cimahi Cium Bau Belerang, Warga Lembang Tidak
ISTIMEWA
Gunung Tangkuban Parahu Erupsi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Bau belerang akibat erupsi Gunung Tangkuban Parahu akhir-akhir ini sempat menghebohkan warga karena baunya sempat tercium hingga daerah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Seperti yang dirasakan warga Pondok Mutiara, Kelurahan Cibabat, Kota Cimahi, Tresna (35), ia mencium bau belerang yang diduga dari Gunung Tangkuban Parahu, pada Rabu (11/9/2019) tepat pada pukul 18.00 WIB.

"Kemarin, saya mencium bau belerang yang pasti dari Gunung Tangkuban Parahu karena saya lihat di media sosial juga banyak warga yang merasakan," ujarnya saat ditemui di Cimahi, Kamis (12/9/2019).

Tercium Bau Belerang dari Gunung Tangkubanparahu hingga Cimahi dan KBB, Begini Kata Ahlinya

Meski ia mencium bau belerang, tetapi ia mengaku tidak khawatir akan menganggu kesehatan karena durasi waktunya tidak lama, terlebih lokasinya cukup jauh dari Gunung Tangkuban Parahu.

"Sejak erupsi beberapa bulan yang lalu tidak sempat tercium bau belerang, tapi kalau kemarin mungkin hanya terbawa angin saja," kata dia.

Sementara Nenden (41), warga Kampung Jengkol RT 1/6, Desa Wangun Sari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, sama sekali tidak mencium bau belerang tersebut, padahal lokasinya cukup dekat dengan Gunung Tangkuban Parahu.

"Dari awal erupsi saya disini tidak pernah mencium bau belerang dari Tangkuban Parahu meskipun lokasinya lebih dekat," kata dia.

VIDEO-Salat Hajat dan Doa Bersama di Pintu Masuk Gunung Tangkuban Parahu

Senada dengan Tresna, Nenden juga mengatakan, tidak merasa khawatir jika nanti ia mencium bau bekerang seperti yang dirasakan warga Kota Cimahi akhir-akhir ini.

"Tidak (khawatir) karena kalau hanya mencium dengan jarak ke sini tidak akan sampai menganggu kesehatan dan saya dengar jarak amannya 1,5 kilometer," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala PVMBG Kasbani, mengatakan, hasil pengukuran yang telah dilakukan menunjukkan belum ada indikasi peningkatan konsentrasi gas CO2, SO2 yang signifikan dan hasil pengamatan di bibir Kawah Ratu.

Pada pukul 21.30 WIB, teramati asap dengan konsentrasi sedang hingga tebal setinggi 180 meter di atas permukaan kawah.

"Kolom erupsi tidak teramati, namun tercium bau belerang yang cukup menyengat disertai suara blazer atau gemuruh dengan intensitas sedang. Hasil pengamatan gas dengan Drager terukur kobsentrasi CO2 : 0,020 vol% dan SO2 : 4,6 ppm," ujar Kasbani melalui keterangan tertulisnya.

Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Masih Fluktuatif

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved