Kemarau, Bantuan Irigasi Desa Pun Tak Banyak Membantu Warga di Tanjungsari Sumedang
Daerah persawahan dan perkebunan di Desa Kutamandiri, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Daerah persawahan dan perkebunan di Desa Kutamandiri, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, menjadi salah satu daerah yang terdampak kemarau panjang.
45 hektare daerah pertanian di desa tersebut terancam gagal panen akibat krisis air pada kemarau panjang ini.
Padahal, Desa Kutamandiri baru saja mendapatkan bantuan jaringan irigasi desa, namun tak banyak membantu untuk menghalau kekeringan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Kutamandiri, Caca Suryana, ketika ditemui Tribun Jabar di Kantor Desa Kutamandiri, Senin (9/9/2019).
"Dari Dinas PU dan Pengairan (Kabupaten Sumedang) dapat banruan jaringan irigasi desa, kalau normal, cukup membantu untuk pengairak sawah," ujar Caca Suryana.
• Fakta-fakta Kasus Pembunuhan Santri Ponpes Husnul Khotimah Kuningan di Kota Cirebon
Sayangnya, Caca Suryana mengatakan, dari sumber air irigasinya sendiri sudah mulai surut akibat kekeringan.
Sumber air yang surut menyebabkan jaringan irigasi desa pun tak banyak membantu, warga harus menyedot air menggunakan mesin bila ingin sawahnya terairi.
"Ya sumber airnya berkurang, irigasi desa juga tidak banyak membantu. Tapi nanti bermanfaatnya saat musim hujan," ujarnya.
• Audisi PD Djarum Resmi Dihentikan, KPAI: Kami Tidak Tebersit Niat untuk Menghentikan Audisi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/persawahan-di-desa-kutamandiri-kecamatan-tanjungsari-sumedang-senin-992019.jpg)