Minggu, 12 April 2026

Berbeda dengan di Pusat, PPP bakal Gabung dengan Gerindra di DPRD Jabar, Keputusannya Besok

Pertemuan sejumlah elite Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
tribunjabar/isep heri
Uu Ruzhanul Ulum 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pertemuan sejumlah elite Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019) malam, dinilai akan berpengaruh terhadap hubungan dua partai ini di Jawa Barat.

Sebelumnya dalam pertemuan itu, Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, Ketua DPW PPP Jawa Barat yang juga Bupati Bogor Ade Yasin, serta Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, menemui elite Partai Gerindra.

Anggota DPRD Jabar dari Partai Gerindra yang terpilih kembali untuk periode 2019-2024, Daddy Rohanady, mengatakan dengan 25 kursi yang dimiliki Gerindra di DPRD Jabar, menjadi kekuatan politik yang tak bisa disepelekan.

"Mengapa demikian, jika Gerindra bergabung dengan PKS, total sudah 46 kursi DPRD yang dikuasai. Ketika PPP bergabung, jumlahnya menjadi 49. Artinya, hanya butuh 12 suara lagi seandainya pengambilan keputusan di DPRD sampai ditentukan melalui voting," kata Daddy melalui ponsel, Senin (9/9/2019).

Padahal, katanya, koalisi yang terbangun pada saat Pilgub Jabar 2018, Gerindra dan PKS bergabung dengan PAN. Jadi, koalisi ini sudah mengantongi 55 suara dari total 120 suara.

Ironis, Rusa Pantai Pangandaran Turun ke Pesisir Pantai Mengais Makanan dari Tempat Sampah

"Di sisi lain, andai ditinggalkan PPP, Ridwan Kamil hanya tinggal diusung PKB, Nasdem, dan Perindo yang totalnya 17 suara saja. Hal ini karena tak satu kursi pun diraih Hanura di DPRD Provinsi Jabar tahun ini," katanya.

Daddy yang juga merupakan Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jabar ini menjelaskan andai saja PDI Perjuangan bergabung dengan Golkar, maka suara mayoritas berada di kubu yang dulunya tidak mendukung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018.

Daddy melanjutkan, PPP dan Uu sadar betul akan hal itu. Maka, diputuskanlah PPP merapat ke Gerindra. Mengenai arah politik Gerindra ke depannya, katanya, masih menunggu arahan DPP Gerindra.

Uu Ruzhanul Ulum yang juga Wakil Ketua DPD PPP Jabar tersebut mengatakan pertemuan PPP dengan Gerindra saat itu membahas keinginan Prabowo supaya semua fraksi memiliki kursi pimpinan di MPR RI.

"Kemudian di Jabar ada kesepakatan dan kesepahaman, fraksi PPP bergabung dengan Gerindra jadi 25 kursi tambah 3 kursi, jadi ngiringan. Saya bersyukur dan memberi hormat pada Gerindra yang memberikan AKD kepada kami yang begitu sempurna. Di banggar (Badan Anggaran) kami dikasih, padahal cuma tiga kursi, di dalam kelengkapan yang lain juga kami dikasih," kata Uu di Gedung Sate, Senin (9/9/2019).

6 Tahun Sekali, Warga Desa Cijurey di Majalengka Gelar Ruwatan, Syukuri Hasil Panen

Uu mengatakan nama fraksi gabungan antara Partai Gerindra dengan PPP ini pun akan memasukkan bagian nama PPP, menjadi Fraksi Gerakan Persatuan atau Gerakan Pembangunan.

"Ini sebuah penghargaan bagi kami, tetapi itu semua tetap dikembalikan kepada fraksi PPP, kepada Bu Ade. Kepastiannya lihat Selasa. PPP ke mana nih," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, katanya, ada kesepakatan dan kesepahaman antara Gerindra dan PPP pada Pilkada 2020 di 8 kabupaten kota di Jabar, yakni diharapkan Gerindra dan PPP berkoalisi.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved