Hingga Oktober 2019, KPBD Kota Cirebon Masih Siaga Darurat Kekeringan

Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Kota Cirebon masih siaga darurat kekeringan hingga Oktober 2019.

Hingga Oktober 2019, KPBD Kota Cirebon Masih Siaga Darurat Kekeringan
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Ilustrasi: Kondisi air di Setu Patok mengalami penyusutan, ?dari luas hampir 9 hektare ini, batas tepi Setu Patok yang semula berdekatan dengan jalan sejauh 50 meter, kini menyusut sejauh 150 meter membuat warga beraktivitas hingga tengah danau, Kamis (5/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Kota Cirebon masih siaga darurat kekeringan hingga Oktober 2019.

Hal itu sesuai Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat nomor: 365/Kep.630-BPBD/2019 tentang penetapan status siaga darurat bencana kekeringan di daeran Provinsi Jawa Barat.

Dalam surat itu ditetapkan bahwa siaga satu bencana kekeringan dimulai 1 Agustus hingga 31 Oktober 2019.

Penyusutan Air Setu Patok Berdampak ke Masyarakat Sekitar, di Antaranya Sawah Pun Jadi Kering

Imbas Kemarau, Volume Air Setu Patok Cirebon Menyusut, Warga Bisa Beraktivitas di Tengah Danau

Ini Alasan Warga Desa Cijeungjing yang Dilanda Kekeringan Tak Berani Ambil Air dari Waduk Jatigede

Kepala KPBD Kota Cirebon, Agung Sedijono, mengatakan, jajarannya akan terus siaga hingga berakhirnya masa yang telah ditetapkan.

"Sampai 31 Oktober 2019 kami tetap siaga darurat kekeringan, sesuai surat Gubernur Jabar," ujar Agung Sedijono saat ditemui di KPBD Kota Cirebon, kompleks Stadion Bima, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Kamis (5/9/2019).

Ia mengatakan, di masa tersebut jajarannya melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan.

Selain itu, pihaknya juga akan mengikuti arahan BPBD Provinsi Jawa Barat sesuai yang diamanatkan dalam SK tersebut.

Dari hasil koordinasi dengan unsur terkait, musim hujan mulai terjadi pada awal November 2019.

"Wilayah Kota Cirebon diprediksi masuk musim hujan November, sebelum itu kami masih terus siaga kekeringan," kata Agung Sedijono.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved