Penyusutan Air Setu Patok Berdampak ke Masyarakat Sekitar, di Antaranya Sawah Pun Jadi Kering

BPBD Kabupaten Cirebon, menyebutkan, penyusutan volume air di Setu Patok, Desa Setu Patok, Kecamatan Mundu, berdampak luas ke masyarakat.

Penyusutan Air Setu Patok Berdampak ke Masyarakat Sekitar, di Antaranya Sawah Pun Jadi Kering
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Kondisi air di Setu Patok mengalami penyusutan, ‎dari luas hampir 9 hektare ini, batas tepi Setu Patok yang semula berdekatan dengan jalan sejauh 50 meter, kini menyusut sejauh 150 meter membuat warga beraktivitas hingga tengah danau, Kamis (5/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, menyebutkan, penyusutan volume air di Setu Patok, Desa Setu Patok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, berdampak luas ke masyarakat.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Eman Sulaeman, mengatakan, penyusutan volume air yang diterima oleh pihak BPBD di Setu Patok, terjadi pada pertengahan Agustus 2019.

"Sudah mulai kering, penyusutan sampai lima meter," kata Eman, melalui pesan singkat, Kamis (5/9/2019).

Dampak akan dirasakan oleh warga, kata Eman, di antaranya, pengairan sawah berkurang, resapan sumur kurang terutama warga sekitar, karena Setu Patok merupakan embung yang dibangun pada zaman Belanda.

‎"Kemarau sekarang lebih cepat satu bulan," katanya.

Imbas Kemarau, Volume Air Setu Patok Cirebon Menyusut, Warga Bisa Beraktivitas di Tengah Danau

Setu Patok Cirebon menyusut
Setu Patok Cirebon menyusut (Tribun Jabar/Hakim Baihaqi)

Pantauan Tribun Jabar, Kamis (5/9/2019), ‎dari luas hampir sembilan hektare ini, batas tepi Setu Patok yang semula berdekatan dengan jalan sejauh 50 meter, kini menyusut sejauh 150 meter membuat warga beraktivitas hingga tengah danau.

Di tepi danau, ketinggian air mencapai 100 sentimeter, beberapa warga yang tengah beraktivitas menjaring ikan terjun langsung ke genangan air, tanpa menggunakan perahu sebagai alat bantu.

Warga sekitar, Wahyu (39), mengata‎kan, penyusutan air di Setu Patok mulai terjadi sejak pertengahan Juli 2019 dan terjadi lebih awal dibandingkan tahun lalu, yakni pada pertengah Agustus 2018.

"Kemarau sekarang lebih cepat, tahun kemaren bulan segini masih bisa pakai perahu dekat bendungan, sekarang sama sekali tidak," kata Wahyu di Setu Patok.

Suasana senja di Setupatok, Kabupaten Cirebon.
Suasana senja di Setupatok, Kabupaten Cirebon. (Tribun Jabar/Siti Masithoh)

Diketahui, Setu Patok digunakan untuk mengairi lebih dari 1.600 ribu hektare lahan pertanian di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Mundu, Kecamatan Lemah Abang, dan Kecamatan Pangenan.

Warga Desa Setu Patok, Karyani (60), mengat‎akan setiap Setu Patok mengalami penyusutan air, kerap berdampak pula ke volume air sumur hingga surut dan tidak dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga.

"Kalau Setu Patok surut, sumur juga suka ikut kering, kalau hujan sih banyak," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved